Namun, transmisi ini memiliki kekurangan pada efisiensi bahan bakar yang lebih boros dibandingkan CVT. Selain itu, perpindahan gigi terasa kasar dengan entakan di setiap akselerasi.

Bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan, hentakan mekanis ini bisa menjadi poin minus. Meski begitu, popularitas Jazz bekas tetap tinggi berkat keandalan mesin dan ketersediaan onderdil.

>>> Polisi Tilang Pengendara Fortuner Tak Pakai Pelat Nomor Depan di Puncak

Iwan menyarankan pemilik Jazz untuk rutin memeriksa sistem pendingin, termasuk radiator, kipas, thermostat, dan selang. Perawatan preventif dapat mencegah overheating yang merugikan.

Iwan menambahkan bahwa kipas yang lemah atau berputar tidak semestinya akan membuat pendinginan kurang optimal dan akhirnya menyebabkan overheating.

Selain itu, komponen thermostat dan pompa air juga rentan macet seiring tingginya mobilitas harian pemilik kendaraan.

Kebersihan area luar ruang mesin seperti kondensor AC juga memengaruhi kinerja pelepasan panas.

Penumpukan kotoran pada kisi-kisi kondensor akan memblokir pasokan angin segar dari arah depan mobil, sehingga pendinginan kurang maksimal.

Di luar kendala sistem pendinginan, unit generasi kedua model ini dinilai masih menjadi buruan utama di bursa mobil bekas.

Karakter mekanis penyalur tenaga menjadi alasan utama tingginya minat konsumen terhadap model tersebut.

Iwan menjelaskan bahwa pada Jazz generasi kedua dibekali transmisi automatic transmission (AT) konvensional, yang berdasarkan pengalaman di lapangan secara keseluruhan masih punya poin lebih dibandingkan CVT.

Kelebihannya tenaga lebih responsif, karena perpindahan rasio percepatannya masih bisa dirasakan, dari 1 ke 2 dan seterusnya, sehingga memberikan kesan lebih galak daripada generasi lainnya.

Kemudahan dalam pengadaan suku cadang eceran membuat ongkos operasional perbaikan tipe transmisi ini menjadi lebih bersahabat.

Mekanik tidak perlu melakukan penggantian satu gelondong komponen utuh jika terjadi kerusakan spesifik.

Meskipun unggul dalam aspek responsivitas dan biaya, sistem girboks konvensional ini memiliki konsekuensi pada efisiensi pemakaian bahan bakar.

>>> Pasar Mobil Listrik Rp 200 Jutaan Didominasi SUV dan Hatchback

Hentakan mekanis yang muncul setiap perpindahan gigi juga mengurangi kehalusan berkendara.