>>> Prabowo Minta PT Pindad Rancang Mobil Kepresidenan Khusus

Lotus belum memberikan jadwal pasti kapan mesin baru ini akan mulai diproduksi. Namun, pengembangan sudah berjalan dan diharapkan rampung dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan mesin baru, Lotus optimistis dapat bersaing dengan merek sport lain seperti Porsche. Teknologi hybrid ringan diyakini menjadi kunci untuk mempertahankan performa tinggi.

Lotus juga akan terus mengembangkan model listrik murni seperti Evija. Namun, mesin hybrid ringan akan menjadi pilihan bagi pelanggan yang masih menginginkan sensasi mesin konvensional.

Perubahan ini menandai babak baru dalam sejarah Lotus yang telah berusia lebih dari 70 tahun. Merek yang identik dengan mobil ringan dan lincah kini bersiap menyongsong era elektrifikasi.

Para penggemar Lotus tentu menantikan bagaimana karakter mobil sport ini akan berubah. Namun, Lotus berjanji akan tetap mempertahankan DNA balap yang telah menjadi identitasnya.

Dengan dukungan Geely, Lotus memiliki sumber daya untuk mengembangkan teknologi sendiri. Ini menjadi modal penting untuk bersaing di pasar global yang semakin kompetitif.

Langkah Lotus juga menjadi contoh bagi merek lain dalam bertransisi ke teknologi ramah lingkungan. Hybrid ringan dianggap sebagai solusi realistis sebelum kendaraan listrik sepenuhnya dominan.

>>> Jadwal SIM Keliling Jakarta 17 Mei 2026: Dua Lokasi Melayani Perpanjangan SIM A dan C

Ke depannya, Lotus akan terus memperbarui lini produknya dengan teknologi terbaru. Mesin hybrid ringan hanyalah awal dari transformasi besar yang sedang berlangsung.