Lotus bersiap meninggalkan mesin Toyota dan AMG yang selama ini menjadi andalan. Merek mobil sport asal Inggris itu kini akan mengadopsi mesin hybrid ringan hasil kerja sama Geely-Renault.

Teknologi baru ini dikembangkan oleh Horse Powertrain, perusahaan patungan antara Geely dan Renault. Mesin tersebut dirancang untuk memberikan performa tinggi dengan efisiensi bahan bakar yang lebih baik.

>>> Talos Modifikasi Porsche 911 GT3 RS, Bobot Turun 80 Kg Lebih Ringan

Mengapa Lotus Beralih?

Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi elektrifikasi Lotus. Mesin hybrid ringan dianggap mampu mempertahankan karakter sporty sekaligus memenuhi regulasi emisi yang semakin ketat.

Selama ini, Lotus menggunakan mesin Toyota untuk model seperti Elise dan Exige. Sementara itu, mesin AMG digunakan pada model Emira versi tertentu.

Dengan mesin baru, Lotus ingin mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal. Langkah ini juga memperkuat integrasi dengan grup Geely yang memiliki sumber daya teknologi luas.

Spesifikasi Mesin Hybrid Baru

Mesin hybrid ringan ini diklaim memiliki bobot yang ringan, sesuai dengan filosofi Lotus. Detail spesifikasi belum diumumkan secara resmi, namun diharapkan mampu menghasilkan tenaga yang kompetitif.

Horse Powertrain fokus pada pengembangan mesin pembakaran internal yang efisien. Kolaborasi ini memungkinkan Lotus mengakses teknologi mutakhir tanpa harus mengembangkannya sendiri.

Lotus juga berencana menggunakan mesin ini pada model-model masa depan. Langkah ini sejalan dengan target Lotus untuk menjadi merek mobil listrik penuh pada akhir dekade ini.

Meski demikian, mesin hybrid ringan akan menjadi jembatan sebelum transisi penuh ke kendaraan listrik. Lotus tetap berkomitmen pada performa dan handling yang menjadi ciri khasnya.

Keputusan ini mendapat sambutan positif dari para pengamat industri. Mereka menilai langkah Lotus sebagai adaptasi yang cerdas terhadap tren elektrifikasi global.