Filsuf perempuan Amanda Askell berperan penting dalam merancang kepribadian kecerdasan buatan (AI) bernama Claude. AI ini dikembangkan oleh perusahaan Anthropic.

Askell memastikan Claude mampu merespons pengguna dengan penuh empati dan moralitas. Pendekatan ini membedakan Claude dari AI lain yang lebih fokus pada efisiensi teknis.

>>> Proyek Data Center Microsoft Senilai USD 1 Miliar di Kenya Terancam Mandek

Latar Belakang Amanda Askell

Amanda Askell adalah seorang filsuf yang mendalami etika dan moralitas. Ia bergabung dengan Anthropic untuk mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan ke dalam AI.

Perannya mencakup merumuskan prinsip-prinsip respons yang manusiawi. Tujuannya agar interaksi dengan Claude terasa alami dan penuh pengertian.

Pentingnya Empati dalam AI

Empati menjadi kunci dalam desain Claude karena pengguna sering mencari dukungan emosional. AI yang empatik dapat memberikan respons yang lebih sesuai dengan konteks perasaan pengguna.

>>> Jadwal Film dan Sepakbola 17 Mei 2026: PSM vs Persib Tayang di ANTV

Askell percaya bahwa moralitas harus menjadi dasar pengembangan AI. Hal ini untuk menghindari dampak negatif dari teknologi yang tidak peka terhadap kebutuhan manusia.

Dengan pendekatan ini, Claude diharapkan menjadi asisten yang lebih manusiawi. Pengguna pun merasa didengarkan dan dipahami dalam setiap interaksi.

Anthropic sendiri dikenal sebagai perusahaan yang mengutamakan keamanan dan etika AI. Keterlibatan filsuf seperti Askell menunjukkan komitmen tersebut.

>>> Singtel Kuasai Kapitalisasi Pasar Telekomunikasi Asia Tenggara 2025

Ke depannya, model seperti Claude bisa menjadi standar baru dalam pengembangan AI. Fokus pada empati dan moralitas akan semakin penting seiring meluasnya penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari.