Ikhsan juga menyebut Gus Fad aktif dalam berbagai gerakan sosial, termasuk kampanye anti-narkoba pada masanya.

Pernah Terjun ke Politik

Pada awal era reformasi, Gus Fad sempat menjadi anggota DPRD dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, perjalanan politik itu tidak berlangsung lama karena ia memilih kembali ke dunia pendidikan pesantren.

Keputusan tersebut dinilai sebagai pilihan hidup yang menunjukkan kecintaannya pada dunia pendidikan dan pengabdian.

“Beliau memilih menjadi guru dan kembali mengajar. Itu pilihan hidup yang beliau yakini,” kata Ikhsan.

Kedekatan dengan Gus Dur

Gus Fad juga dikenal memiliki hubungan dekat dengan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Kedekatan itu disebut tidak hanya sebatas hubungan organisasi, tetapi juga ikatan batin.

Ikhsan mengenang banyak momen kebersamaan keduanya yang menurutnya sulit dijelaskan secara rasional.

“Hubungan mereka bukan sekadar hubungan organisasi, tetapi hubungan batin yang sangat dekat,” tuturnya.

Aktif Mengajar hingga Akhir Hayat

Di penghujung hidupnya, Gus Fad tetap aktif mengajar di madrasah dan membimbing santri mengaji kitab kuning di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Almarhum juga diketahui merupakan cucu dari adik pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah.

Berdasarkan keterangan lingkungan pesantren, Gus Fad mulai menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Induk sejak September 2022 menggantikan KH Nashir.

Selama memimpin pesantren, ia dikenal istiqamah mendampingi santri serta meneruskan khidmah pendidikan pesantren dengan pendekatan yang teduh.

Dimakamkan di Kompleks Keluarga Ulama

Jenazah KH Fadlullah Malik dijadwalkan dimakamkan pada Minggu sore pukul 16.00 WIB di Komplek Maqbaroh KH Abdul Hamid Hasbulloh, kawasan selatan.

Kepergian Gus Fad dikenang sebagai kehilangan besar bagi warga NU Jombang. Sosoknya melekat sebagai kiai yang sederhana, bersahaja, dan memilih mengabdikan hidup untuk pendidikan serta organisasi keagamaan.