Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan Brigadir Arya Supena akan menerima kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) setelah gugur saat menjalankan tugas di Bandar Lampung.

Brigadir Arya merupakan anggota Intelijen Keamanan Negara Polda Lampung yang meninggal dunia usai berupaya menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor pada Sabtu (9/5/2026).

Dalam keterangannya, Jenderal Sigit menyebut penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan institusi Polri terhadap dedikasi almarhum.

“Sudah saya minta untuk diberikan KPLB atas pengabdiannya hingga gugur saat melaksanakan tugasnya,” ujar Kapolri, Minggu (10/5/2026).

Penghormatan atas Pengabdian

Kapolri menegaskan kenaikan pangkat luar biasa menjadi bentuk apresiasi tertinggi bagi anggota kepolisian yang gugur ketika menjalankan tugas negara.

Menurutnya, pengabdian Brigadir Arya mencerminkan komitmen aparat dalam menjaga keamanan masyarakat meski harus mempertaruhkan nyawa.

“Sebagai apresiasi dan penghormatan tertinggi dari institusi,” kata Sigit.

>>> Banyak Konsumsi Daging Kurban, 4 Camilan Ini Bisa Membantu Menjaga Kolesterol Tetap Stabil

Peristiwa Penembakan di Bandar Lampung

Insiden yang merenggut nyawa Brigadir Arya terjadi di halaman Toko Yussy Akmal, kawasan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.30 WIB.

Saat melintas di lokasi, Brigadir Arya melihat dua pria yang dicurigai sedang merusak kunci setang sepeda motor milik warga.

Ia kemudian menghampiri dan menegur pelaku. Namun, salah satu pelaku justru melepaskan tembakan ke arah korban.

Peluru mengenai bagian kepala kanan Brigadir Arya dan menembus sisi kiri kepala korban.

>>> Kompol DK Ajukan Banding Usai Dipecat Tidak Hormat terkait Kasus Pod Getar

Rekaman CCTV Perlihatkan Pergumulan

Rekaman kamera pengawas berdurasi sekitar 1 menit 42 detik memperlihatkan Brigadir Arya sempat terlibat duel fisik dengan pelaku sebelum akhirnya roboh akibat tembakan jarak dekat.

Setelah kejadian, kedua pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Dalam upaya kabur, pelaku juga disebut sempat mengarahkan senjata api kepada seorang petugas kebersihan yang berada di sekitar lokasi.

Tinggalkan Istri dan Dua Anak

Kepergian Brigadir Arya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Almarhum diketahui meninggalkan seorang istri bernama Jovita serta dua anak yang masih berusia kecil.

Polda Lampung saat ini masih memburu para pelaku penembakan yang terlibat dalam aksi tersebut.