Duka mendalam menyelimuti keluarga Brigadir Arya Supena, anggota Direktorat Intelkam Polda Lampung yang tewas setelah ditembak pelaku pencurian sepeda motor di Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026).

Suasana haru terlihat di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung ketika sang istri, Jovita, keluar dari kamar jenazah pada pagi hari.

Mengenakan pakaian kuning dan jilbab cokelat, Jovita tampak lemah hingga harus menggunakan kursi roda menuju ruang tunggu rumah sakit sekitar pukul 11.18 WIB.

Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, ia mengenang suaminya sebagai sosok yang baik selama hidupnya.

“Dia orang baik,” ucap Jovita singkat sambil menahan tangis.

Kepergian Brigadir Arya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, termasuk dua anak yang kini kehilangan figur ayah.

Kronologi Penembakan Brigadir Arya

Peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di kawasan Jalan ZA Pagar Alam, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

Saat melintas di depan Toko Yussy Akmal, Brigadir Arya melihat dua pria diduga tengah berupaya mencuri sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BE 2826 NBM.

Korban kemudian menegur pelaku. Namun situasi berubah ketika salah seorang pelaku mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan.

Peluru mengenai bagian kepala kanan korban hingga menembus sisi kiri kepala.

Berdasarkan keterangan kepolisian, aksi tersebut juga terekam kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

Setelah menembak korban, pelaku sempat menjatuhkan senjata api sebelum mengambilnya kembali dan melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Dalam pelariannya, pelaku juga disebut menodongkan senjata ke arah petugas kebersihan yang berada tidak jauh dari lokasi.

>>> Sampo Selsun Ditarik Usai Temuan Cemaran 1,4-dioxane pada Dua Produk

Polda Lampung Bentuk Tim Khusus