Minyak Cadangan Darurat AS Mulai Mengalir ke Eropa dan Berpotensi Masuk Pasar Asia
Minyak Cadangan Darurat AS Mulai Mengalir ke Eropa dan Berpotensi Masuk Pasar Asia
Aliran minyak dari cadangan darurat Amerika Serikat mulai menjangkau pasar internasional, tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga menyasar Eropa dan berpotensi masuk ke Asia.
Sejumlah pedagang global diketahui telah melepas sedikitnya 4 juta barel minyak mentah jenis medium dari Cadangan Minyak Strategis AS ke kilang di Eropa. Selain itu, upaya mencari pembeli di kawasan Asia juga tengah dilakukan.
Gangguan Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah
Ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu gangguan besar pada distribusi energi global.
Penutupan Selat Hormuz menjadi faktor utama tersendatnya pasokan minyak dari negara-negara produsen utama di kawasan Teluk Persia, yang selama ini menjadi tulang punggung suplai energi dunia.
Pelepasan Besar-besaran dari Cadangan Strategis
Pemerintah AS menyiapkan pelepasan hingga 172 juta barel minyak sebagai bagian dari langkah bersama dengan Badan Energi Internasional untuk menekan lonjakan harga energi.
Hingga kini, sekitar 79,7 juta barel telah dialokasikan kepada 12 perusahaan melalui skema pertukaran, di mana minyak dipinjamkan dan wajib dikembalikan sesuai jadwal yang disepakati.
Distribusi dan Pengiriman Global
- Sekitar 4 juta barel telah dijual ke kilang Eropa
- Hampir 2,1 juta barel dikirim menuju Rotterdam melalui kapal tanker
- Diperkirakan hingga 50 juta barel berpotensi diekspor ke luar AS
Distribusi ini menunjukkan bahwa sebagian besar minyak kemungkinan akan mengalir ke pasar internasional yang mengalami kekurangan pasokan akibat terganggunya ekspor dari Timur Tengah.
Tantangan Penyerapan di Pasar Asia
Minat pembeli di Asia terhadap minyak dari cadangan AS belum sepenuhnya kuat. Penurunan harga global serta kekhawatiran terhadap kualitas minyak yang telah lama disimpan menjadi pertimbangan utama.
Minyak dari cadangan tersebut diketahui disimpan dalam gua garam bawah tanah selama bertahun-tahun, sehingga memunculkan keraguan di kalangan penyuling.
Update Terbaru
Yang Terbaik! Pembahasan Killer Peter Chapter 144 Bahasa Indonesia, Cek Jadwalnya!
Sabtu / 25-07-2026, 23:05 WIB
Penari Balet Korea Park Sun-mi Dipromosikan Jadi Principal Dancer ABT
Sabtu / 25-07-2026, 22:50 WIB
Dari 'The East Palace' hingga 'Hope': Keunikan K-Creatures yang Mendunia
Sabtu / 25-07-2026, 22:49 WIB
Resident Evil 4 Remake Tembus 16,8 Juta Kopi, Jadi Remake Terlaris Generasi Ini
Sabtu / 25-07-2026, 22:49 WIB
Netflix Nyaris Batalkan Dokumenter Michael Jackson Sepekan Sebelum Rilis
Sabtu / 25-07-2026, 22:49 WIB
Yeonjun TXT Gelar Penampilan Solo Perdana di AS Kolaborasi dengan Billboard
Sabtu / 25-07-2026, 22:49 WIB
Hasil Piala Presiden: Persib Kalahkan Arema 1-0, Uilliam Barros Cetak Gol
Sabtu / 25-07-2026, 22:46 WIB
FNC Entertainment Gelar Konser Keluarga 2026 FNC KINGDOM di Jepang
Sabtu / 25-07-2026, 22:46 WIB
Xenoblade Chronicles Definitive Edition di Nintendo Switch 2 Dapat Dukungan 4K 60 FPS dari Studio Baten Kaitos
Sabtu / 25-07-2026, 22:46 WIB
Kuota 8 Persen Haji Khusus Digugat ke MK, Asosiasi Respons
Sabtu / 25-07-2026, 22:43 WIB
Proyek Kloning Yak Tibet China Mulai Hasilkan Keturunan
Sabtu / 25-07-2026, 22:43 WIB
Thailand Hajar Laos 5-0, Geser Malaysia dari Puncak Klasemen Grup B
Sabtu / 25-07-2026, 22:42 WIB
Jennie BLACKPINK Kuasai Chart Global dengan 'Less than a Lover'
Sabtu / 25-07-2026, 22:42 WIB
Son Dong Pyo Tinggalkan DSP Media Setelah Kontrak Berakhir Agustus 2026
Sabtu / 25-07-2026, 22:42 WIB







