Final Fantasy X Rayakan 25 Tahun, Nintendo Hadapi Gugatan Tarif
Square Enix merilis video peringatan 25 tahun Final Fantasy X, game yang pertama kali dirilis pada 2001. Video tersebut menampilkan momen-momen ikonik dari petualangan Tidus dan Yuna.
Final Fantasy X mengisahkan Tidus, atlet blitzball yang terlempar ke dunia Spira.
>>> Tips Naik Rank dari Bronze ke Grandmaster Sebelum Reset Rank Free Fire
Di sana ia bergabung dengan Yuna, seorang Summoner yang melakukan ziarah untuk mengalahkan makhluk raksasa bernama Sin.
Game ini dikenal dengan latar pesisir yang eksotis, desain karakter ala Jepang, serta sistem pertarungan berbasis giliran yang cepat.
Lagu tema "Suteki Da Ne" menjadi salah satu balada paling romantis dalam seri Final Fantasy.
Sistem Sphere Grid memungkinkan kustomisasi perkembangan karakter secara unik.
Pemain bisa mengarahkan karakter ke jalur skill yang berbeda, misalnya mengajari Yuna sihir hitam atau memberi Auron serangan prioritas ala Tidus.
Final Fantasy X juga mendapat sekuel, Final Fantasy X-2, yang memperkenalkan sistem Dressphere.
Kedua game kini tersedia dalam paket remaster di berbagai platform, meski versi remaster memiliki perbedaan pencahayaan dari versi asli PS2.
>>> myBCA JSD Blok M Festival 2026 Hadir dengan Format Baru, Libatkan Lebih dari 11 Zona
Nintendo Tanggapi Gugatan Class-Action Soal Tarif
Nintendo memberikan tanggapan resmi terhadap gugatan class-action yang diajukan oleh sepasang gamer di Pantai Barat AS.
Gugatan itu menuntut Nintendo mengembalikan keuntungan dari tarif yang dinyatakan ilegal oleh Mahkamah Agung AS.
Dalam pernyataannya, Nintendo menyebut konsumen "telah menerima apa yang mereka bayar" dan tidak berhak atas pengembalian dana hanya karena perubahan hukum terkait tarif.
Nintendo menegaskan bahwa harga tidak bisa dikembalikan secara retroaktif.
Sebelumnya, Nintendo menaikkan harga aksesori dan Amiibo selama peluncuran Switch 2 dengan alasan kondisi ekonomi global.
Namun, harga Switch 2 sendiri tidak terpengaruh secara langsung, meski akan naik US$50 pada September mendatang.
Gugatan ini memicu perdebatan apakah perusahaan wajib menurunkan harga setelah tarif dihapus.
>>> Google Tepat Perketat Sideloading di Android Demi Keamanan
Nintendo berargumen bahwa kenaikan harga saat itu merupakan respons terhadap perubahan global, bukan semata-mata untuk meraup untung.
Update Terbaru
Dua Masjid di Tepi Barat Dibakar Pemukim Israel, Ini Faktanya
Selasa / 28-07-2026, 01:14 WIB
Eksperimen Formasi John Herdman Saat Timnas Hadapi Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:09 WIB
Piala AFF 2026: Mitchell Baker Cetak Tiga Gol ke Gawang Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Dualisme Keraton Solo Picu Dua Perhelatan Sekaten Berbeda
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Mandalika Racing Series 2026 Putaran Ketiga Lahirkan Calon Juara Dunia
Selasa / 28-07-2026, 01:00 WIB
Skuad Garuda Bungkam Kamboja 5-1 Lewat Hattrick Debut Bersejarah
Selasa / 28-07-2026, 00:51 WIB
Nasabah Terima Voucher Haji Rp245 Juta dari Bank Mega Syariah
Selasa / 28-07-2026, 00:50 WIB
Aksi Heroik Warga Gagalkan Penusukan Tiga Wanita oleh Pria di Paris
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Stunting pada Anak Berdampak Serius pada Perkembangan Kognitif
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Klasemen Piala AFF 2026: Garuda Tempel Vietnam Usai Pesta Gol
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Mitchell Baker Ungkap Rasa Tak Percaya Usai Cetak Hattrick untuk Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Bosan dengan Plafon Putih? Ini 7 Rekomendasi Warna dari Desainer
Selasa / 28-07-2026, 00:28 WIB
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB
Stop Killing Games Kritik Langkah PlayStation Tinggalkan Kaset Fisik
Selasa / 28-07-2026, 00:15 WIB







