Pemerintah Nego Tarif ke USTR usai RI Masuk Daftar Tarif Tambahan AS
Pemerintah Indonesia terus menjalin komunikasi dengan Amerika Serikat terkait kebijakan tarif tambahan yang baru saja diumumkan.
Amerika Serikat menetapkan tarif tambahan terhadap sejumlah negara berdasarkan hasil investigasi Section 301 of the Trade Act of 1974.
>>> Purbaya: Insentif Pajak 0% PFII Bukan Potential Loss, Justru Tarik Investasi
Indonesia termasuk dalam 17 negara yang dikenakan tarif tambahan sebesar 10% di bawah Section 301.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyatakan pemerintah secara rutin berkomunikasi dengan pihak AS.
Indonesia juga berpartisipasi aktif dalam proses investigasi yang mencakup isu excess capacity sektor manufaktur dan larangan impor barang hasil kerja paksa.
Partisipasi tersebut meliputi penyampaian written submission, kehadiran dalam public hearing, dan konsultasi antar pemerintah.
Haryo menambahkan bahwa beberapa produk Indonesia masuk dalam daftar pengecualian tarif (product exemptions).
Hasil investigasi terkait isu excess capacity akan diterbitkan dalam waktu dekat.
>>> Lowongan Magang BRIN 2026 untuk Mahasiswa D3, D4, dan S1, Ini Syarat dan Cara Daftar
Pemerintah berharap tarif yang diterapkan favorable bagi Indonesia dan produk yang sudah dikecualikan dalam perjanjian ART sebelumnya dapat diakomodasi.
"Pemerintah secara aktif terus berkonsultasi dengan USTR untuk mendapatkan tarif yang terbaik dan kompetitif," kata Haryo.
Langkah Domestik dan Ekspansi Pasar
Untuk menjaga daya saing ekspor, pemerintah fokus pada dua langkah utama.
Dari sisi domestik, pemerintah menyederhanakan regulasi impor bahan baku guna menekan biaya produksi.
Dari sisi pasar, pemerintah mengoptimalkan perjanjian dagang yang sudah ada seperti IA-CEPA, IK-CEPA, dan RCEP.
>>> Denny Indrayana Ungkap Pernah Dimarahi Prabowo di Apartemen Dharmawangsa
Pemerintah juga secara agresif membuka pasar baru melalui I-EAEU FTA, IEU-CEPA, dan ICA-CEPA sebagai alternatif pasar AS.
Update Terbaru
Chrome ARM64 untuk Linux Dirilis Google Tanpa Pengumuman Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Aturan Sumbangan HUT RI di Surabaya Harus Sukarela Tanpa Paksaan
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Respons Kekalahan dari Persebaya, Begini Penjelasan Rio Fahmi
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Striker Keturunan Semarang Mitchell Baker Cetak Dua Gol Debut
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja: Rekor Pertemuan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja, Nadeo Ingatkan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB







