Paten Nintendo Terkait Gugatan Palworld Ditolak Lagi, Kantor Paten Jepang Beri Respons Tajam
Nada Sarcastic Pemeriksa Jadi Sorotan
Di luar hasil hukum, nada tanggapan tertulis JPO menjadi bahan perbincangan di Jepang.
Pengacara paten Jepang Kiyoshi Kurihara berkomentar bahwa baik keberatan Nintendo maupun balasan pemeriksa mengandung hal-hal yang jarang terlihat dalam praktik paten standar.
>>> Hasbro Rilis Action Figure The Legend of Zelda Pertama, Ganondorf Jadi yang Terbesar
Satu bagian yang beredar luas di dunia maya menanggapi keluhan Nintendo tentang bagaimana pemberitahuan penolakan menyebut karakter Pokémon berhak cipta.
Nintendo berpendapat bahwa nama-nama seperti Ash, Pikachu, dan Poké Ball seharusnya digambarkan sebagai karakter atau objek yang melanggar hak cipta Nintendo.
Pemeriksa menanggapi dengan hipotetis sarkastis, menyatakan bahwa jika nama karakter tidak dapat digunakan, pemberitahuan harus mengandalkan deskripsi rumit seperti objek berbentuk hewan kuning kecil alih-alih Pikachu, objek berbentuk anak laki-laki memakai topi merah alih-alih Ash, dan objek bulat dengan bagian atas merah dan bagian bawah putih alih-alih Poké Ball.
Pemeriksa menyimpulkan bahwa mengubah kata-kata tidak akan mengubah alasan hukum di balik penolakan tersebut.
Nintendo juga berargumen bahwa video YouTube saja tidak dapat menetapkan fitur teknis yang diperlukan untuk menilai invensi.
Pemeriksa menafsirkan posisi perusahaan itu sebagai mengakui rekaman tersebut sebagai gimplay asli sambil memperdebatkan nilai pembuktiannya, atau menyarankan bahwa unggahan itu mungkin hanya video animasi yang menyamar sebagai gimplay.
Kemungkinan kedua segera ditolak, dengan pemeriksa berkomentar bahwa skenario semacam itu akan membuat perilaku pengunggah terlalu mengada-ada.
Untuk saat ini, penolakan tetap berlaku.
Nintendo masih dapat mengajukan banding dengan mengajukan petisi untuk pengadilan kepada Komisaris Kantor Paten Jepang dalam waktu tiga bulan.
Yang penting, keputusan ini tidak melemahkan paten yang saat ini diajukan terhadap Pocketpair di Pengadilan Distrik Tokyo.
Keputusan ini hanya memengaruhi upaya Nintendo untuk mengamankan paten divisional tambahan yang mencakup mekanisme penangkapan monster serupa.
>>> Update Dragonfire Albion Online Hadirkan Naga, Alam Baru, dan Tunggangan Fire Drake
Meski demikian, bahasa yang tajam dari JPO telah menjadikan keputusan prosedural paten ini sebagai salah satu perkembangan yang paling banyak dibahas dalam sengketa hukum Palworld yang sedang berlangsung.
Update Terbaru
Pesta Gol Timnas Indonesia Berkat Aksi Impresif Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 01:22 WIB
Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
Selasa / 28-07-2026, 01:21 WIB
Nissan Dayz Model Terbaru di Jepang Kini Semakin Aman Berkat Fitur Keselamatan
Selasa / 28-07-2026, 01:21 WIB
Dua Masjid di Tepi Barat Dibakar Pemukim Israel, Ini Faktanya
Selasa / 28-07-2026, 01:14 WIB
Eksperimen Formasi John Herdman Saat Timnas Hadapi Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:09 WIB
Piala AFF 2026: Mitchell Baker Cetak Tiga Gol ke Gawang Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Dualisme Keraton Solo Picu Dua Perhelatan Sekaten Berbeda
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Mandalika Racing Series 2026 Putaran Ketiga Lahirkan Calon Juara Dunia
Selasa / 28-07-2026, 01:00 WIB
Skuad Garuda Bungkam Kamboja 5-1 Lewat Hattrick Debut Bersejarah
Selasa / 28-07-2026, 00:51 WIB
Nasabah Terima Voucher Haji Rp245 Juta dari Bank Mega Syariah
Selasa / 28-07-2026, 00:50 WIB
Aksi Heroik Warga Gagalkan Penusukan Tiga Wanita oleh Pria di Paris
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Stunting pada Anak Berdampak Serius pada Perkembangan Kognitif
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Klasemen Piala AFF 2026: Garuda Tempel Vietnam Usai Pesta Gol
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Mitchell Baker Ungkap Rasa Tak Percaya Usai Cetak Hattrick untuk Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB







