Nyeri Rahang Bisa Jadi Pertanda Awal Masalah Jantung, Ini Alasannya
Serangan jantung tidak selalu diawali dengan nyeri dada hebat. Gejala awal bisa muncul di tempat yang tidak terduga, seperti rahang.
Rasa sakit di rahang, leher, atau punggung kerap disalahartikan sebagai masalah gigi biasa. Akibatnya, banyak pasien terlambat mendapatkan pertolongan medis.
>>> Unboxing TECNO CAMON 50 Ultra 5G: Layar 144Hz, Kamera 50MP OIS, Baterai 6500mAh
Mengapa Jantung Bisa Sebabkan Sakit Rahang?
Secara medis, kondisi ini disebut nyeri alih (referred pain). Jantung tidak memiliki ujung saraf sensorik langsung di permukaan kulit.
Saat otot jantung kekurangan oksigen akibat penyumbatan aliran darah, sinyal rasa sakit dikirim ke otak melalui sumsum tulang belakang.
Jalur saraf ini bercabang bersama saraf yang menuju kepala, leher, dan rahang.
Otak kemudian salah menerjemahkan sinyal tersebut, seolah-olah rasa sakit berasal dari rahang.
Ciri Khas Nyeri Rahang Akibat Serangan Jantung
Nyeri rahang karena masalah jantung biasanya terasa seperti ditekan benda berat, dicengkeram kuat, atau diremukkan perlahan.
Ada juga sensasi terbakar yang tidak nyaman, menjalar dari leher hingga rahang bawah.
Nyeri sering muncul setelah aktivitas fisik atau stres emosional, meski bisa juga terjadi saat istirahat.
Wanita Lebih Berisiko
Penelitian menunjukkan sekitar 4 dari 10 orang yang mengalami serangan jantung mengeluhkan nyeri di area wajah dan mulut.
>>> Sunscreen Serum Itu Apa? Ini Kegunaan dan Cara Pakainya yang Benar agar Wajah Sehat Anti Kusam
Sekitar 4% pasien bahkan hanya merasakan nyeri rahang tanpa nyeri dada.
Wanita memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami nyeri rahang sebagai gejala utama dibandingkan pria.
Nyeri rahang tidak selalu mendadak.
Dalam satu kasus, seorang pria menahan nyeri rahang selama lima tahun dan mengiranya sebagai masalah gigi kronis, padahal ia mengidap penyakit arteri koroner parah.
Kapan Harus ke Dokter?
Jangan sepelekan nyeri rahang yang tiba-tiba, hebat, dan terus-menerus.
Segera hubungi nomor darurat atau UGD jika nyeri rahang disertai sesak napas, dada tertekan, keringat dingin, pusing, lemas, atau mual.
Terlebih jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung seperti aritmia, gagal jantung, atau hipertensi.
Jika serangan jantung teridentifikasi, dokter akan segera melancarkan aliran darah yang tersumbat untuk mencegah kerusakan otot jantung lebih parah.
>>> Pengiriman Smartphone India Turun 10% di Q2 2026, Nothing Tumbuh 105%
Setelah masa kritis, pasien wajib mengikuti rehabilitasi jantung yang meliputi olahraga aman, pola makan sehat, dan pengobatan rutin untuk mengurangi risiko serangan jantung di masa depan.
Update Terbaru
Pesta Gol Timnas Indonesia Berkat Aksi Impresif Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 01:22 WIB
Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
Selasa / 28-07-2026, 01:21 WIB
Nissan Dayz Model Terbaru di Jepang Kini Semakin Aman Berkat Fitur Keselamatan
Selasa / 28-07-2026, 01:21 WIB
Dua Masjid di Tepi Barat Dibakar Pemukim Israel, Ini Faktanya
Selasa / 28-07-2026, 01:14 WIB
Eksperimen Formasi John Herdman Saat Timnas Hadapi Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:09 WIB
Piala AFF 2026: Mitchell Baker Cetak Tiga Gol ke Gawang Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Dualisme Keraton Solo Picu Dua Perhelatan Sekaten Berbeda
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Mandalika Racing Series 2026 Putaran Ketiga Lahirkan Calon Juara Dunia
Selasa / 28-07-2026, 01:00 WIB
Skuad Garuda Bungkam Kamboja 5-1 Lewat Hattrick Debut Bersejarah
Selasa / 28-07-2026, 00:51 WIB
Nasabah Terima Voucher Haji Rp245 Juta dari Bank Mega Syariah
Selasa / 28-07-2026, 00:50 WIB
Aksi Heroik Warga Gagalkan Penusukan Tiga Wanita oleh Pria di Paris
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Stunting pada Anak Berdampak Serius pada Perkembangan Kognitif
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Klasemen Piala AFF 2026: Garuda Tempel Vietnam Usai Pesta Gol
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Mitchell Baker Ungkap Rasa Tak Percaya Usai Cetak Hattrick untuk Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB







