Puluhan Ribu Pelari Selesaikan Peachtree Road Race di Tengah Peringatan Panas Ekstrem
Di divisi lari elite, Patrick Kiprop dari Kenya mengamankan gelar putra keduanya berturut-turut, dan Tsigie Gebreselama dari Ethiopia mengalahkan Malknat Wudu untuk memenangkan divisi putri.
>>> Kepala Sekolah Ungkap Dampak Positif MBG di Sidang MK
Peserta yang merayakan di garis finis Piedmont Park menyoroti sifat global dan energik dari acara tersebut.
"Ini Amerika, sayang. Seluruh dunia ada di sini.
Kami tidak peduli dengan Piala Dunia hari ini," kata seorang pelari pria tanpa nama yang mengenakan topi tricorne kepada Atlanta News First.
Pelari lain mencatat bahwa balapan menjadi ujian berarti bagi ketahanan pribadi dan kondisi fisik.
"Ini mengingatkan Anda untuk tetap bugar dan terus berusaha. Konsistensi adalah kuncinya," kata pelari pria lain.
Beberapa atlet mencatat bahwa skala acara 10K mendorong mereka jauh melampaui jarak latihan biasa.
"Itu luar biasa," kata seorang pelari. Rekannya mencatat bahwa melangkah dari jarak yang lebih pendek terbukti sangat bermanfaat.
"Saya biasa lari 5K, jadi melakukan ini benar-benar membuat saya keluar dari zona nyaman, dan itu sangat menyenangkan," tambah temannya.
Pada pagi hari, Atlanta Track Club juga meluncurkan desain kaus resmi 2026 berjudul "We the Peaches," yang dibuat oleh Dyan Szall, penduduk asli Marietta yang tumbuh dengan membagi waktu antara olahraga dan seni sebelum belajar di SCAD.
"We the Peaches merayakan komunitas yang kami bangun di Peachtree Road setiap 4 Juli — para pelari, pejalan kaki, pendukung, dan sukarelawan," kata Szall.
Ia mencatat bahwa acara tersebut telah menjadi bagian inti dari tradisi musim panas keluarganya selama lebih dari satu dekade.
Tradisi memberikan kaus desainer dimulai pada tahun 1976, menggantikan praktik awal balapan yang memberikan 15 sen untuk ongkos bus kepada finisher.
"Keluarga saya dan saya telah berlari Peachtree hampir setiap tahun sejak saya berusia 12 tahun," jelas Szall.
Acara mengalami gangguan singkat ketika lima pengunjuk rasa tak dikenal menggunakan manuver mengunci untuk memblokir sebagian rute balapan sebelum dipindahkan oleh polisi Atlanta, dengan tuntutan yang saat ini masih menunggu.
>>> Golkar ke NU: Nasihati Negara Saja, Jangan Sibuk Cari Pemenang Pilpres!
"Sekarang, saya tidak bisa membayangkan 4 Juli tanpa berjuang untuk hidup saya di Cardiac Hill, berfoto di depan almamater saya, SCAD, dan berhenti untuk beberapa bir hanya untuk mendapatkan buah persik yang berair dan kaus di garis finis," Szall menjelaskan.
Update Terbaru
XLSmart Buka 1.000 Peluang Kerja di Tengah Gelombang PHK
Minggu / 05-07-2026, 00:32 WIB
Tren Estetika Bergeser, Wajah Natural Kini Jadi Incaran Gen Z
Minggu / 05-07-2026, 00:32 WIB
10 Pukulan Luffy Paling Memuaskan di One Piece, dari Hebat hingga Legendaris
Minggu / 05-07-2026, 00:32 WIB
Sony Konfirmasi PS3 PlayStation Store Tutup Global pada 2027
Minggu / 05-07-2026, 00:28 WIB
Epic Games Capai Kesepakatan dengan Pembocor Fortnite, Larang Akses Data Rahasia
Minggu / 05-07-2026, 00:28 WIB
Fosil Texas Ungkap Predator Laut Purba Baru, Tylosaurus rex
Minggu / 05-07-2026, 00:28 WIB
Alexandra Eala Kalahkan Iga Swiatek di Wimbledon, Swiatek Jatuh ke Peringkat 6
Minggu / 05-07-2026, 00:22 WIB
Empat Negara Buka Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 00:22 WIB
Valkyries Incar Kemenangan Keempat Beruntun Lawan Dream
Minggu / 05-07-2026, 00:22 WIB
Kelly Ripa Khawatir dengan David Muir yang Akan Siaran 24 Jam
Minggu / 05-07-2026, 00:21 WIB
Chris Evert dan Martina Navratilova Hadapi Kanker dalam Film Dokumenter Baru
Minggu / 05-07-2026, 00:21 WIB
Jasa Marga Perkuat Layanan Pelanggan, Libatkan Rhenald Kasali dan Mohammed Ali Berawi
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB
Lontong Wu Fu dan Tarian Topeng Meriahkan Perayaan Thay Shang Lao Jun di Kelenteng Tian Fu Gong
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Berkorelasi dengan Pencegahan Korupsi
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB







