Tren perawatan estetika terus berubah.

Jika dulu perubahan dramatis menjadi tujuan utama, kini banyak orang menginginkan hasil natural, segar, dan tetap terlihat seperti diri sendiri.

>>> 10 Pukulan Luffy Paling Memuaskan di One Piece, dari Hebat hingga Legendaris

Perubahan ini juga terlihat pada kalangan Gen Z.

Bagi generasi muda, perawatan kulit dan estetika sudah menjadi bagian dari gaya hidup untuk menjaga kesehatan kulit jangka panjang.

Keinginan tampil sehat dan awet muda membuat berbagai prosedur estetika semakin diminati. Pilihan treatment pun beragam, mulai dari skin booster, filler, collagen stimulator, hingga kombinasi beberapa prosedur.

Konsultasi Personal Kunci Hasil Natural

Banyaknya pilihan justru kerap membuat orang bingung menentukan perawatan yang paling sesuai.

Founder Beauty Sister Clinic, Elizabeth Lisa, mengatakan tidak ada satu jenis treatment yang cocok untuk semua orang.

Setiap individu memiliki kondisi kulit, struktur wajah, serta proses penuaan yang berbeda. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang bersifat personal.

"Dokter akan menentukan prioritas perawatan setelah melihat kebutuhan masing-masing orang. Tidak ada wajah yang sama," ujar Elizabeth Lisa dalam temu media di Jakarta beberapa waktu lalu.

Penuaan merupakan proses alami yang tidak bisa dihindari.

Seiring bertambahnya usia, kulit kehilangan elastisitas dan kekenyalan, sehingga muncul tanda-tanda penuaan seperti kulit kendur, garis halus, hingga keriput.

Salah satu penyebab utamanya adalah berkurangnya produksi kolagen. Saat kadar kolagen menurun, kulit menjadi kurang kencang dan elastis.

Berkurangnya volume lemak pada lapisan bawah kulit juga menyebabkan cekungan di beberapa area wajah, seperti bawah mata dan pipi.

>>> Sony Konfirmasi PS3 PlayStation Store Tutup Global pada 2027