Kondisi ini membuat garis-garis wajah tampak semakin jelas.

Menurut Lisa, penurunan kolagen sudah dimulai sejak usia 20 tahun. "Mulai usia 20 tahun, kolagen yang hilang sekitar 1 persen setiap tahun.

Pada usia 40 tahun, sekitar 20 persen kolagen sudah hilang. Jadi lebih baik melakukan perawatan sebagai pencegahan," jelasnya.

Maraknya konten kecantikan di media sosial membuat banyak orang tertarik mencoba berbagai prosedur estetika. Namun, Lisa mengingatkan agar tidak memilih prosedur hanya karena sedang viral.

Ia menyarankan setiap orang berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang kompeten. Evaluasi dokter tidak hanya melihat kondisi kulit, tetapi juga mempertimbangkan anatomi wajah, proporsi, simetri, hingga ekspresi.

Kombinasi Treatment Makin Diminati

Seiring berkembangnya teknologi estetika, pendekatan kombinasi beberapa treatment kini semakin banyak digunakan.

Salah satu kombinasi yang mulai banyak diminati adalah collagen stimulator PLLA-SCA dengan filler berteknologi NASHA dan OBT.

PLLA-SCA bekerja merangsang pembentukan kolagen alami tubuh, membantu mengencangkan kulit, meningkatkan elastisitas, dan memberikan efek lifting secara bertahap.

Sementara itu, filler NASHA dan OBT memiliki karakteristik berbeda untuk menyesuaikan kebutuhan setiap area wajah.

"Dengan dua teknologi ini, dokter dapat melakukan personalized treatment sehingga hasilnya lebih natural, proporsional, dan sesuai kebutuhan masing-masing pasien," jelas Lisa.

Efek collagen stimulator PLLA-SCA dapat bertahan hingga sekitar 25 bulan atau sekitar dua tahun.

>>> Epic Games Capai Kesepakatan dengan Pembocor Fortnite, Larang Akses Data Rahasia

Kombinasi ini dinilai mampu memberikan hasil optimal dalam mengatasi tanda-tanda penuaan sekaligus mempertahankan tampilan wajah yang alami.