Karyawan Xbox Pertanyakan Strategi Asha Sharma, Pimpinannya Dinilai Terlalu Terpengaruh Twitter
Kepemimpinan baru Xbox dilaporkan menghadapi kritik internal yang meningkat. Sejumlah karyawan mempertanyakan arah yang ditetapkan oleh CEO Asha Sharma.
Menurut jurnalis industri Christopher Dring, banyak staf Xbox percaya bahwa strategi perusahaan saat ini terlalu dipengaruhi oleh sentimen media sosial, khususnya reaksi di X (sebelumnya Twitter), bukan realitas bisnis jangka panjang atau masukan dari tim pengembang game.
>>> 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Klaim tersebut disampaikan dalam The Game Business Show dan diperluas di buletin The Game Business.
Meskipun beberapa bulan pertama Sharma dipuji karena membangun kembali niat baik di kalangan penggemar Xbox, restrukturisasi baru-baru ini dan negosiasi studio yang dilaporkan telah memperlihatkan perpecahan di dalam bisnis game Microsoft.
Karyawan Nilai Media Sosial Terlalu Berpengaruh
Menurut Dring, beberapa karyawan Xbox mengatakan kepadanya bahwa ada "terlalu banyak mendengarkan Twitter" dalam membentuk masa depan perusahaan.
Sumber-sumber mempertanyakan mengapa Xbox kembali menekankan perangkat keras konsol meskipun penjualan konsol menurun dan tantangan komponen masih berlangsung.
Salah satu contoh terbesar yang disebutkan adalah Gears of War: E-Day, yang dilaporkan kembali menjadi rilis eksklusif konsol.
Namun, karyawan yang diwawancarai Dring menyatakan skeptis bahwa waralaba tersebut dapat meningkatkan penjualan perangkat keras Xbox secara signifikan.
"Orang-orang yang saya ajak bicara memiliki ekspektasi rendah bahwa Gears of War akan berdampak nyata pada penjualan perangkat keras," kata Dring dalam podcast.
Ia menambahkan bahwa karyawan menunjuk pada upaya sebelumnya untuk menghidupkan kembali Halo, Gears of War, dan Perfect Dark, serta mempertanyakan apa yang membuat strategi terbaru berbeda.
Seorang pimpinan studio dilaporkan merangkum kekhawatiran tersebut dengan mengatakan Xbox "mengejar pasar yang menurun dengan waralaba yang sudah melewati masa jayanya."
Update Terbaru
Timnas Indonesia Waspadai Vietnam di Piala AFF 2026
Jumat / 03-07-2026, 23:47 WIB
Link Live Streaming Australia vs Mesir di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 23:47 WIB
Viral Staf Timnas Mesir Ribut dengan Polisi, Nyaris Adu Jotos
Jumat / 03-07-2026, 23:47 WIB
Profil David Nascimento, Pelatih Indonesia U-17 Eks Asisten Van Gaal
Jumat / 03-07-2026, 23:47 WIB
Sinopsis Archives: The Nanyang Mystery, Drama Misteri Zhang Xincheng dan Ding Yuxi
Jumat / 03-07-2026, 23:47 WIB
Dari Hutan Ranjuri, Anto Ubah Daun Gugur Jadi Pewarna Alami Batik Valiri
Jumat / 03-07-2026, 23:46 WIB
4 Rekomendasi Shampo Non SLS yang Aman Dipakai Setiap Hari
Jumat / 03-07-2026, 23:46 WIB
Michelin Guide Resmi Hadir di Selandia Baru, Ini Daftar Restoran Berbintang 2026
Jumat / 03-07-2026, 23:46 WIB
Tangis Cristiano Ronaldo saat Kenakan Jersey No.21, Tanda Penghormatan untuk Diogo Jota
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Susunan Pemain Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Xhaka Vs Mahrez
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Rating Pemain Spanyol Usai Tekuk Austria, Layak Jadi Kandidat Juara?
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Tiga Mantan Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp78,81 Miliar Impor Barang Tiruan
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Antisipasi Kekeringan di Sukra Indramayu, Kementan Pasok Pompa Air untuk 1.945 Hektare Lahan
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB
Kemenperin Dorong Kawasan Industri Pangkas Emisi, IWIP Masuk Program NZIP
Jumat / 03-07-2026, 23:42 WIB






