Perempuan desa kini tidak hanya berperan sebagai penjaga ketahanan keluarga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi dan pembangunan di tingkat akar rumput.

Hal ini disampaikan Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Sherly Tjoanda Laos, menjelang pelantikan nasional organisasi tersebut di Jakarta.

>>> Ronaldo Persembahkan Kemenangan Portugal untuk Diogo Jota, Pesan Emosional Usai Lolos ke 16 Besar

Sherly mendorong perempuan desa untuk berani mengambil peran kepemimpinan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

"Kemandirian ekonomi dan ketahanan mental generasi muda bermula dari kekuatan di dalam keluarga.

Oleh karena itu, Srikandi Jaga Desa harus berani mengambil panggung kepemimpinan, menggerakkan roda ekonomi melalui UMKM, sekaligus menjadi tameng pelindung bagi anak-anak kita," ujar Sherly.

Pesan tersebut menjadi semangat dalam Musyawarah Nasional (Munas) perdana Srikandi Jaga Desa yang digelar di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Forum ini menjadi ajang konsolidasi pengurus sebelum pelantikan resmi organisasi sehari kemudian.

Peran Strategis Perempuan Desa

Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa, Ella Nurlaela Tubagoes, mengatakan organisasi ini dibentuk untuk memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan desa secara lebih terstruktur.

Menurutnya, perempuan memiliki kontribusi besar di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi keluarga, hingga pemberdayaan masyarakat.

>>> Pilot AS Nicholas F Gosselin Tewas Ditembak TPNPB di Yahukimo

"Srikandi Jaga Desa akan menjadi mitra pemerintah desa, BPD, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan yang transparan, mendorong pemberdayaan UMKM, ketahanan pangan, peningkatan kualitas SDM, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan ekonomi keluarga," kata Ella.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan, atau sekitar 37 juta orang, dengan kontribusi terhadap sekitar 61 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.