Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan pentingnya kesiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi Sekolah Rakyat.

Ia menyebut tahap awal ini sebagai fase krusial dalam transisi menuju operasional permanen.

>>> PSSI Targetkan Sejarah Baru: Juara Piala AFF 2026

Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul saat memimpin pertemuan daring dengan seluruh kepala Sekolah Rakyat dan perwakilan dinas sosial dari berbagai daerah, Jumat (3/7).

Dalam arahannya, Gus Ipul meminta setiap kepala sekolah menyusun perencanaan komprehensif, mencakup pelaksanaan, pengendalian, serta monitoring dan evaluasi.

"Saya ingin Kepala Sekolah benar-benar fokus membuat perencanaan, kemudian sekaligus tentu pengendalian dan monitoring evaluasinya dilakukan," ujarnya.

Ia menjelaskan tiga aspek utama yang harus dipastikan siap sebelum MPLS dimulai: sarana dan prasarana, kesiapan peserta didik, serta kesiapan guru dan tenaga kependidikan.

Kepala sekolah diminta aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memenuhi seluruh aspek tersebut.

Menurut Gus Ipul, kesiapan fisik sekolah tidak cukup hanya bangunan berdiri.

Fasilitas penunjang seperti air bersih, listrik, dan kebutuhan dasar lainnya harus sudah dapat digunakan sebelum siswa masuk MPLS.

Status siswa juga harus sudah diputuskan melalui penetapan (pleno) kepala daerah. Setiap tenaga pengajar dan pendidik wajib mengikuti jalannya MPLS.

Gus Ipul menerangkan, Sekolah Rakyat permanen yang dimulai tanpa rintisan akan mendapatkan tenaga pengajar dan pendidik sementara dari pemerintah daerah, Sekolah Rakyat sekitar, dan pendamping sosial, sambil menunggu hasil rekrutmen pada awal Agustus 2026.

MPLS Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 akan berlangsung pada 14-31 Juli 2026, dilanjutkan matrikulasi pada 3 Agustus hingga 30 September 2026.

Gus Ipul menegaskan masa ini krusial karena semua pihak perlu beradaptasi secara fisik, mental, sosial, dan akademik.