"Pada masa itu, Antartika ditutupi oleh hutan beriklim sedang yang subur, menyediakan makanan yang melimpah bagi herbivora besar," jelas Barrett.

Lapisan es yang menyelimuti sebagian besar Antartika membuat catatan fosil di sana sangat minim.

Namun, Barrett menyebut kondisi ini bisa berubah di masa depan seiring mencairnya es akibat perubahan iklim.

Penelitian ini juga membuka pemahaman baru tentang migrasi dinosaurus di antara benua-benua belahan Bumi selatan. Selama periode Kapur, Antartika merupakan bagian dari superbenua Gondwana.

Penemuan ini menunjukkan bahwa kerabat dekat dinosaurus ini bermigrasi antara Amerika Selatan dan Australia melalui Antartika.

>>> SELAMAT! Taylor Swift dan Travis Kelce Resmi Menikah pada Jumat, 2 Juli 2026 di New York

Roy Smith, dosen paleontologi vertebrata di University of Portsmouth, mengatakan penemuan tersebut menjadi pengingat tentang pentingnya merawat koleksi ilmiah museum.