Studi terbaru EGU yang diterbitkan di Earth System Dynamics menunjukkan model iklim mungkin meremehkan dampak proses ini. Sebagian besar studi menggunakan data dalam jangka pendek.

Temuan baru menunjukkan bahwa pada tahun 2100, penyerapan panas laut dan kenaikan permukaan laut bisa 3–14% lebih tinggi dari perkiraan umum.

Umpan balik awan bisa lebih kuat 19–31%, dan sensitivitas iklim bisa 3–7% lebih tinggi.

Jika Samudra Selatan pada era pra-industri lebih dingin dan tutupan es lautnya lebih luas, maka lautan dalam akan lebih dingin dan tutupan awan di lintang menengah lebih tebal.

Hal ini memperkuat respons terhadap pemanasan akibat gas rumah kaca.

Para peneliti menyimpulkan bahwa pemanasan yang lebih kuat mungkin menanti kita.

>>> Pangeran Harry Pertimbangkan Ulang Kunjungan ke Inggris karena Masalah Keamanan

Mereka menyerukan tindakan segera untuk mengurangi emisi gas rumah kaca guna menghindari gelombang panas, banjir, dan dampak ekosistem yang lebih parah.