Amerika Serikat menandatangani perjanjian untuk membangun kompleks kedutaan baru bagi Israel di Yerusalem, Palestina, pada Selasa (1/7).

Penandatanganan dilakukan oleh Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee di Kementerian Luar Negeri Israel.

>>> Tuchel Sebut Adaptasi Ketinggian Mexico City Mustahil, Soroti Teror Fans Meksiko

"[AS] mengakui Yerusalem sebagai ibu kota abadi, asli, dan selamanya bagi bangsa Yahudi," kata Huckabee, dikutip AFP.

"Kita akan menancapkan bendera kita, bendera Amerika kita, di tanah Yerusalem untuk kompleks kedutaan permanen dan baru yang akan berfungsi sebagai pusat kegiatan diplomatik kita di Israel," imbuhnya.

Langkah Kontroversial

Israel mengeklaim seluruh Yerusalem sebagai ibu kota pada 1980. Namun, Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional menolak klaim tersebut dan menyebutnya melanggar hukum internasional.

Berdasarkan hukum internasional, negara dilarang mengklaim kedaulatan atas wilayah yang direbut melalui perang. Israel merebut Yerusalem Timur dari Yordania pada Perang 1967.

Huckabee juga menyinggung dalih agama dalam langkah AS. Menurut keyakinannya, Tuhan telah memutuskan soal Yerusalem 3.800 tahun lalu.

>>> Michael Rubin Gelar Pesta Putih Meriah di Hamptons, Bintang Hollywood Hadir

"Dan kita akhirnya mengakui apa yang telah ditentukan jauh sebelum Amerika Serikat berdiri," ujarnya.

Kedutaan besar tersebut akan dibangun di kompleks Allenby di Yerusalem selatan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada periode pertamanya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan AS ke sana pada Desember 2017.

Keputusan itu memicu kecaman dunia dan mematahkan kebijakan Washington selama puluhan tahun yang mendorong status Yerusalem ditentukan melalui negosiasi Israel-Palestina.

>>> Rayhan Hannan Siap Buktikan Diri di Era Shin Tae-yong

Yerusalem menjadi kota yang paling diperebutkan dalam konflik Israel-Palestina.