"Bantuan alat traktor, bantuan pertanian nanti Kopdes yang akan mengelola sehingga semua orang bisa pakai tidak hanya untuk kelompok," ujar Zulhas.

Selain itu, Kopdes Merah Putih dipersiapkan sebagai instrumen pengendalian harga pangan. Pemerintah akan memanfaatkan jaringan koperasi untuk menyalurkan komoditas strategis saat terjadi lonjakan harga.

Menurut Zulhas, pola ini lebih aman dibanding operasi pasar konvensional yang rentan penyimpangan. "Kalau di satu provinsi harga satu produk mahal sekali, beras misalnya, kita harus operasi pasar.

Sekarang kita mau kasih kemana? Kasih ke pasar, minyaknya dioplos.

Nah nanti melalui koperasi desa," tegasnya.

Dengan fungsi sebagai offtaker, penyalur bantuan, dan pengendali harga, pemerintah berharap Kopdes Merah Putih menjadi motor penggerak ekonomi desa.

>>> Puri Prince Umumkan Anime Pendek Dennō Isu Tantei Charlotte ~Dead Man's Hand~

Lokasi pembangunannya pun disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.