Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Langgenharjo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, menuai protes warga. Bangunan tersebut berdiri di tengah kawasan tambak yang dinilai kurang strategis.

Lokasi koperasi berjarak sekitar 150 hingga 300 meter dari permukiman warga. Akses jalannya pun masih berupa tanah.

>>> Citizen Luncurkan Jam Tangan Spider-Man dengan Dial Komik yang Bercahaya di Gelap

Seorang warga, Didik Mulyono, menyatakan sejak awal tidak setuju dengan lokasi tersebut. Menurutnya, koperasi seharusnya dibangun lebih dekat dengan aktivitas warga agar efektif.

"Lokasinya terlalu jauh dari rumah warga. Di sekelilingnya juga tambak semua.

Saya khawatir nanti masyarakat justru malas datang sehingga koperasi kurang dimanfaatkan," ujar Didik.

Rencana awal pembangunan koperasi sebenarnya berada di lapangan bola voli di tengah desa. Namun usulan itu dibatalkan karena warga menolak kehilangan satu-satunya fasilitas olahraga dan ruang berkumpul.

Alasan Pemerintah Desa

Kepala Desa Langgenharjo Rustamaji membantah penentuan lokasi dilakukan sepihak. Ia menegaskan keputusan itu telah melalui musyawarah desa dan mendapat persetujuan masyarakat.

>>> Ramalan Zodiak 2 Juli: Capricorn Terima Kritikan, Pisces Lebih Bijaksana

Menurut Rustamaji, lahan yang dipilih merupakan aset milik desa sehingga paling memungkinkan. Lokasi tersebut juga masuk dalam rencana pengembangan kawasan ekonomi baru berbasis wisata.

Embung desa di samping bangunan koperasi akan dikembangkan menjadi destinasi wisata. Kehadiran KDMP diharapkan mendukung aktivitas ekonomi dan melayani kebutuhan pengunjung.

Pemerintah desa juga menyiapkan pembangunan akses jalan menuju lokasi koperasi. "Jalan menuju lokasi akan segera kami perbaiki sehingga akses masyarakat menjadi lebih mudah," tambah Rustamaji.

Dengan konsep tersebut, pemerintah desa berharap koperasi tidak hanya menjadi pusat pelayanan ekonomi warga.

>>> Aksi Spontan Putri Thailand saat Dampingi Raja Rama X di Paris Jadi Sorotan

Ke depan, KDMP Langgenharjo juga diproyeksikan menjadi penggerak aktivitas ekonomi baru seiring pengembangan pariwisata desa.