Melihat seseorang memakai AirPods di konser bukan berarti mereka mengabaikan band. Kemungkinan besar, mereka mencoba melunakkan tembok suara tanpa melewatkan vokal, dentuman bass, atau teriakan teman di sebelah.

Kebiasaan kecil ini kini menjadi cerita teknologi yang nyata.

>>> Petugas Patwal RI 21 Minta Maaf Usai Diduga Pepet Pengemudi Mobil di Senayan

Fitur Hearing Protection dari Apple tersemat di AirPods Pro 2 dan AirPods Pro 3 di semua mode mendengarkan.

Namun, pesan utamanya penting: mereka bisa mengurangi suara keras, tetapi tidak sama dengan earplug konser khusus, terutama saat venue benar-benar gemuruh.

Mengapa AirPods Mulai Dipakai di Konser

Pergeseran ini dimulai sebagai perilaku praktis penonton. AirPods sudah ada di saku orang, sehingga menggunakannya sebagai earplug darurat di festival terasa otomatis.

Tidak perlu case tambahan, tidak perlu sumbat busa dari bar venue, tidak ada silinder oranye aneh yang mencuat dari telinga.

Apple memberi perilaku itu kerangka yang lebih resmi ketika menambahkan alat kesehatan pendengaran ke AirPods Pro 2.

FDA juga mengesahkan Fitur Alat Bantu Dengar Apple sebagai perangkat lunak alat bantu dengar over-the-counter pertama untuk AirPods Pro yang kompatibel, ditujukan bagi orang dewasa dengan gangguan pendengaran ringan hingga sedang.

Persetujuan itu tentang bantuan pendengaran, bukan keamanan konser. Namun, itu membantu menggeser AirPods dari sekadar earbud menjadi kategori perangkat kesehatan konsumen yang lebih besar.

Apple kemudian mengatakan AirPods Pro 3 memperluas pengalaman kesehatan pendengaran perusahaan dan membawa Hearing Protection ke lebih banyak wilayah, termasuk UE dan Inggris setelah sertifikasi.

Apa yang Sebenarnya Dilakukan Fitur Ini

Apple mengatakan Hearing Protection aktif secara default saat mode mendengarkan apa pun diaktifkan.