Lembar datanya mencantumkan batas paparan tanpa pelindung hanya 8 menit pada 105 dB, sementara AirPods Pro 2 dalam mode Transparansi pada level itu tercatat 2,5 hingga 6 jam.

Adaptive Audio dan Active Noise Cancellation memperpanjang perkiraan itu lebih jauh, tetapi hanya jika ukuran, pengaturan, dan baterai tepat.

Mengapa Earplug Asli Masih Lebih Unggul

Jadi, apakah AirPods lebih baik daripada tidak sama sekali? Sebagian besar, ya.

Mereka dapat menurunkan paparan, dan itu lebih baik daripada berdiri di depan tumpukan speaker dengan telinga telanjang dan berharap deringnya hilang saat pagi.

Namun, earplug fidelity tinggi dan AirPod memecahkan masalah secara berbeda. Earplug konser secara fisik menyaring suara sebelum mencapai saluran telinga.

AirPods bergantung pada ujung telinga, mikrofon, pemrosesan, speaker, daya baterai, dan segel yang aman, yang berarti lebih banyak hal yang harus berjalan dengan benar.

Loop, salah satu merek yang membantu membuat earplug terlihat lebih seperti aksesori daripada produk medis, mengatakan model Experience 2-nya menyaring kebisingan sebesar 17 dB sambil menjaga musik tetap jernih.

Perusahaan mengatakan pendirinya memulai Loop pada 2016 setelah mengalami telinga berdenging akibat kehidupan malam.

Itulah pelajaran besarnya: desain mengubah perilaku.

Aksesori Kecil, Peringatan Lebih Besar

Tren ini juga mengatakan sesuatu tentang cara orang kini berpikir tentang suara. Earplug tidak lagi hanya untuk drummer, sound engineer, atau orang yang berdiri di samping alat konstruksi.

Di festival, earplug telah menjadi bagian dari daftar periksa, tepat di samping tabir surya, power bank, dan botol air.

Alasannya bukan hanya mode.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan lebih dari 1 miliar orang berusia 12 hingga 35 tahun berisiko mengalami gangguan pendengaran karena paparan suara keras saat rekreasi, termasuk tempat hiburan dan perangkat audio pribadi.