Kekalahan timnas Jerman di Piala Dunia 2026 memicu kontroversi baru.

Para istri dan pacar pemain atau WAGs (wives and girlfriends) dituding menjadi penyebab tersingkirnya Jerman di babak 32 besar.

>>> AirPods Pro 2 dan 3 untuk Konser: Kurangi Bising Tapi Bukan Pengganti Earplug

Tudingan itu dilontarkan legenda sepak bola Jerman, Lothar Matthaus. Ia menilai kehadiran WAGs mengganggu konsentrasi para pemain di turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat.

Perbandingan dengan Piala Dunia 1994

Matthaus membandingkan situasi saat ini dengan pengalamannya di Piala Dunia 1994. Saat itu Jerman tersingkir di perempat final oleh Bulgaria.

Ia mengaku bingung dengan kehadiran WAGs yang tampak memanfaatkan momen untuk liburan. "Aku benar-benar tidak tahu mengapa mereka harus ada di sana," katanya dilansir Dailystar.

"Mereka (para pemain) bahkan belum berada di Amerika selama dua minggu, dan seluruh keluarga mereka sudah bersama mereka.

>>> Petugas Patwal RI 21 Minta Maaf Usai Diduga Pepet Pengemudi Mobil di Senayan

Mereka bisa saja diterbangkan untuk perempat final ketika tim benar-benar telah mencapai sesuatu," ujar Matthaus.

Ia juga menduga ada keresahan terkait perjalanan ke Amerika yang mempengaruhi mental pemain.

"Aku tahu bahwa itu menjadi topik diskusi dan bahwa seorang pemain marah kepada pemain lain karena dia diizinkan membawa ibunya bersamanya.

Yang lain diizinkan membawa istrinya, lalu anak-anak juga diizinkan terbang," katanya.

>>> Profil Hendra Mafia Pentol Terseret Dugaan Penipuan Berkedok Supplier MBG, Korban Klaim Rugi Ratusan Juta: Umur, Agama dan Akun Instagram

"Fokusnya sama sekali bukan pada Piala Dunia, tetapi pada hari bebas ini untuk dihabiskan bersama keluarga dan hari bebas itu bersama keluarga," pungkas Matthaus.