Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menyoroti ketimpangan stimulus yang diberikan pemerintah kepada pelaku industri otomotif.

Asosiasi mendesak agar semua investor, termasuk pabrikan asal Tiongkok, mendapat perlakuan yang setara.

>>> PIP Juli 2026: Cek Jadwal Pencairan, Cara Cek Status Penerima, dan Nominal Bantuan

Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO Jongkie Sugiarto mengungkapkan bahwa perusahaan otomotif Tiongkok yang mulai berinvestasi di Indonesia mengharapkan dukungan serupa dengan yang diterima investor Jepang.

Hal ini penting untuk menjamin keberlangsungan bisnis jangka panjang mereka.

Usulan Insentif untuk Semua Jenis Kendaraan

GAIKINDO telah melayangkan usulan resmi kepada Kementerian Perindustrian. Asosiasi mendorong agar kebijakan stimulus tidak hanya fokus pada satu jenis teknologi tertentu.

>>> Purbaya Komitmen Selesaikan 11 Catatan BPK Terkait LKPP 2025

Mereka meminta insentif untuk seluruh tipe kendaraan, mulai dari Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV).

Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pasar dan daya saing industri.

Ketua Harian GAIKINDO Anton Kumonty menegaskan komitmen asosiasi dalam membangun ekosistem industri yang sehat dan berkelanjutan. Kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan dinilai sebagai kunci.

>>> PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 46,9, Kemenperin Andalkan Gas Murah

Sektor otomotif tetap menjadi pilar strategis yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. GAIKINDO meyakini sinergi yang kuat akan membuat Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang kompetitif.