Gelombang Panas Ekstrem Eropa Picu Perdebatan soal AC
CEO Stripe Patrick Collison juga ikut serta, mengutip analisis AI yang menyebut argumen Eropa sebagai mekanisme pertahanan psikologis.
Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, mendukung pernyataan tersebut dengan komentar "banger".
Pejabat Eropa dengan cepat menolak kritik Amerika.
>>> Belgium Waspadai Senegal di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Wakil Wali Kota Paris untuk Hubungan Internasional, Audrey Pulvar, menulis bahwa kota-kota Amerika yang 90% ber-AC tidak terlepas dari tanggung jawab emisi gas rumah kaca yang memicu pemanasan global.
"Sebagai penghasil emisi gas rumah kaca terbesar kedua di dunia, Anda menanggung beban tanggung jawab yang signifikan atas pemanasan global dan konsekuensi yang kami alami di Prancis," tulis Pulvar.
Para ahli energi dan iklim mencatat bahwa meskipun pola pikir Eropa mulai berubah karena cuaca ekstrem, konsekuensi lingkungan jangka panjang dari sistem pendingin tradisional menjadi ancaman serius bagi target iklim global.
Brian Motherway, kepala Kantor Efisiensi Energi dan Transisi Inklusif di IEA, mengatakan bahwa Eropa tidak memiliki tradisi AC karena hingga saat ini belum menjadi kebutuhan utama.
Ia menekankan bahwa setiap unit AC yang terjual saat ini akan mengunci penggunaan energi dan emisi selama satu atau dua dekade ke depan.
Beberapa advokat iklim Inggris setuju bahwa bangunan tempat tinggal harus diperbarui untuk menghadapi perubahan musim yang ekstrem.
Yetunde Abdul, direktur UK Green Building Council, mengatakan rumah harus tangguh tidak hanya terhadap dingin, tetapi juga terhadap panas yang semakin brutal.
Ilmuwan atmosfer memperingatkan bahwa ketergantungan berlebihan pada AC bertenaga bahan bakar fosil berisiko menciptakan lingkaran setan perubahan iklim yang semakin parah.
Radhika Khosla, profesor asosiasi di Smith School of Enterprise and the Environment Universitas Oxford, menyebutnya sebagai "lingkaran setan perubahan iklim yang semakin buruk".
Ahli kebijakan lingkungan Eropa lainnya berpendapat agar tidak mengadopsi AC secara luas, dan lebih memilih infrastruktur pendingin perkotaan yang berkelanjutan.
Ine Vandecasteele, pakar adaptasi perkotaan dari Badan Lingkungan Eropa, mengatakan bahwa AC memindahkan panas ke lingkungan luar sekitarnya, mempercepat pemanasan perkotaan lokal.
>>> Utah Mammoth Dapatkan Vincent Trocheck dari New York Rangers
Ia mencatat bahwa survei terbaru di Prancis menunjukkan kesediaan budaya untuk menahan panas musiman demi pelestarian lingkungan yang lebih luas.
Update Terbaru
Mahasiswa Unair Gagas Buah Merah Papua sebagai Alternatif Terapi Osteoartritis
Kamis / 02-07-2026, 07:35 WIB
Permohonan Restraining Order Mantan Suami Taylor Frankie Paul Ditolak
Kamis / 02-07-2026, 07:35 WIB
Chloe Bailey Temukan Bukti Selingkuh di Rumah Mantan Pacar
Kamis / 02-07-2026, 07:35 WIB
Hashim Djojohadikusumo Resmi Jadi Komisaris Utama WIFI
Kamis / 02-07-2026, 07:35 WIB
Hashim Djojohadikusumo Resmi Jadi Komisaris Utama WIFI
Kamis / 02-07-2026, 07:35 WIB
Ledakan Dahsyat Guncang Apartemen di Tacoma Saat Petugas Pemadam di Dalam
Kamis / 02-07-2026, 07:31 WIB
Utang Soulja Boy ke Mantan Pacar Tembus Rp67 Miliar, Bunga Harian Rp18 Juta
Kamis / 02-07-2026, 07:31 WIB
Mantan Teman Will Smith Minta Jada Pinkett Smith Diperikso soal Ancaman
Kamis / 02-07-2026, 07:31 WIB
Terungkap! Sejumlah Pemain Jerman Tolak Ambil Penalti saat Tersingkir dari Paraguay
Kamis / 02-07-2026, 07:31 WIB
Pengacara Buka Suara soal Ketum PP Japto Diperiksa KPK
Kamis / 02-07-2026, 07:30 WIB
Pengacara Buka Suara soal Ketum PP Japto Diperiksa KPK
Kamis / 02-07-2026, 07:30 WIB
Kane Sebut Laga Inggris vs RD Kongo 'Pertandingan Gila'
Kamis / 02-07-2026, 07:30 WIB
Kane Sebut Laga Inggris vs RD Kongo 'Pertandingan Gila'
Kamis / 02-07-2026, 07:30 WIB
Pelatih Kongo Akui Harry Kane Bikin Dua Gol Pembalasan yang Sangat Telat
Kamis / 02-07-2026, 07:29 WIB






