Contoh paling terkenal adalah belati besi meteorit milik Firaun Tutankhamun, tetapi ada juga senjata Zaman Perunggu lain yang terbuat dari bahan yang sama dan sangat dihargai.

>>> 4 Buku Tulis Sekolah Tebal dan Murah, Tak Perlu Ribet Pasang Sampul

Ada cara untuk membedakannya: besi dari meteorit memiliki kandungan nikel yang jauh lebih tinggi daripada besi yang digali dari tanah.

Para peneliti mendapatkan izin dari Museum Arkeologi Kota Villena yang menyimpan koleksi tersebut untuk menguji kedua artefak dan menentukan kadar nikelnya.

Mereka mengambil sampel dari kedua artefak dan menganalisis materialnya menggunakan spektrometri massa untuk mengetahui komposisinya.

Meskipun tingkat korosi tinggi yang mengubah komposisi unsur artefak, hasilnya sangat menunjukkan bahwa baik belahan bola maupun gelang terbuat dari besi meteorit.

Ini dengan rapi menyelesaikan pertanyaan tentang bagaimana kedua artefak cocok dengan koleksi lainnya: keduanya dibuat pada periode yang sama, sekitar 1400 hingga 1200 SM.

Gelang besi itu berukuran 8,5 sentimeter (3,35 inci).

'Data yang tersedia menunjukkan bahwa tutup dan gelang dari Harta Karun Villena saat ini akan menjadi dua potong pertama yang dapat diatribusikan pada besi meteorit di Semenanjung Iberia,' jelas para peneliti dalam makalah mereka, 'yang kompatibel dengan kronologi Zaman Perunggu Akhir, sebelum dimulainya produksi besi bumi secara luas.'

Karena benda-benda tersebut sangat terkorosi, hasilnya tidak konklusif.

Namun, tim menyarankan bahwa teknik non-invasif yang lebih baru dapat diterapkan pada benda-benda tersebut untuk mendapatkan kumpulan data yang lebih rinci dan membantu memperkuat temuan.

>>> Cara Membuat NIB Mudah dan Gratis, Pedagang Online Kini Wajib Punya

Temuan ini dipublikasikan di Trabajos de Prehistoria.