Xbox mencatat penjualan perangkat keras terburuk untuk bulan Mei, sementara PS5 turun 58% year-on-year.

>>> Patrick Kane Masuk Pasar Bebas, Tiga Tim Utama Berminat

Analis memperkirakan PlayStation 6 bisa dijual seharga $1.000, setara dengan Steam Machine milik Valve. Ini melanggar janji tak tertulis tentang harga perangkat keras yang murah.

Dulu, Sony dan Microsoft menyerap kerugian pada setiap konsol untuk menjaga harga tetap rendah. Nintendo menggunakan komponen murah.

Kini, prospek membayar empat digit untuk mesin game terasa berat.

Microsoft menawarkan skema "buy now, pay later" dan pembiayaan tanpa bunga untuk Xbox. Skema serupa kemungkinan akan tersedia untuk platform generasi berikutnya.

Robinson menilai cloud gaming bisa menjadi solusi di masa depan, terutama dengan hadirnya GTA 6 yang diprediksi akan menarik minat besar.

GTA V telah terjual 230 juta kopi sejak 2013, namun hanya sedikit yang beralih ke konsol modern.

Trailer GTA 6 ditonton 475 juta kali dalam 24 jam pertama.

Meski belum ada rencana untuk cloud, jika konsumen enggan membeli perangkat keras baru, Take-Two mungkin beralih ke pasar streaming.

Layanan cloud gaming Xbox dan PlayStation sangat bergantung pada koneksi broadband yang baik, dan resolusi sering terbatas.

Alternatifnya adalah memperpanjang siklus konsol dan memperluas penawaran. Presiden Sony Interactive Entertainment, Hideaki Nishino, menyebut pendekatan hybrid seperti Nintendo Switch bisa memberi lebih banyak opsi.

Ada rumor Sony mungkin menunda peluncuran PS6 hingga 2029, berharap biaya produksi turun dan memberi ruang bagi pemilik konsol saat ini.

Chris Dring dari Game Business menekankan perlunya memikirkan ulang konsol. Perbedaan visual antar generasi semakin kecil.

>>> Piala Dunia FIFA Lampaui Final NBA dalam Jumlah Penonton di AS

"Mengapa kita butuh PS6? Kita bahkan belum punya game Naughty Dog," ujarnya.