Harga konsol game generasi terbaru terus meroket.

Sony menaikkan harga PS5 sebesar £90 pada Maret, sementara Microsoft mengumumkan kenaikan £75 untuk Xbox Series S dan X mulai Agustus.

>>> Toronto Siapkan Aktivitas Redakan Panas dan Kembang Api di Canada Day

Ketiga konsol tersebut dirilis pada 2020. Nintendo Switch 2 juga akan lebih mahal secara global mulai September.

Penyebab utama lonjakan harga adalah permintaan besar dari pusat data AI. Semikonduktor dan memori yang dulu murah kini menjadi rebutan.

Andy Robinson, pemimpin redaksi VGC, menjelaskan bahwa gelombang kenaikan harga awalnya dipicu tarif Trump.

Kemudian, pada Oktober, OpenAI mengumumkan kesepakatan dengan Samsung dan SK Hynix untuk mengambil sebagian besar produksi DRAM mereka.

Akibatnya, harga memori naik hampir 200%. Menurut Xbox, harga tersebut berlipat ganda lagi dan diperkirakan tidak akan turun dalam waktu dekat.

Keterbatasan Pabrik Memperparah Situasi

Pasar memori dikuasai oleh tiga perusahaan besar: Samsung, SK Hynix, dan Micron. Membangun kapasitas pabrik membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Analis Piers Harding-Rolls dari Ampere memperkirakan kapasitas pabrik baru baru akan tersedia pada awal 2028. Namun, belum jelas apakah hal ini akan menstabilkan atau menurunkan harga memori.

Direktur Eksekutif Lenovo, Martin Hiegl, bahkan menyebut harga memori mungkin tidak akan pernah kembali ke level sebelumnya.

Dampak pada Penjualan dan Generasi Mendatang

Kenaikan harga jelas mempengaruhi penjualan. Robinson mencatat bahwa PS5 termurah kini 50% lebih mahal dibanding 2020.

Di AS, penjualan perangkat keras pada November (biasanya puncak tahun) mencapai titik terendah dalam 30 tahun.

Harga rata-rata perangkat keras baru mencapai rekor tertinggi $439, lalu naik menjadi $502 pada bulan berikutnya.