Perbandingan antara The Witcher 3 dan Cyberpunk 2077 sering muncul di kalangan penggemar RPG besutan CD Projekt Red.

Kali ini, seorang developer utama angkat bicara untuk menjelaskan perbedaan signifikan di balik layar.

>>> Clair Obscur Lead Puji Relaunch Final Fantasy 14 sebagai yang Terbaik dalam Sejarah Game

Igor Sarzyński, yang menjabat sebagai cinematic director di Cyberpunk 2077 dan senior cinematic designer di The Witcher 3, memberikan tanggapan panjang di Bluesky.

Ia menanggapi anggapan bahwa Cyberpunk 2077 akan lebih baik jika memiliki cutscene third-person.

"Melakukan cutscene third-person hanya sesekali akan terasa janggal, saya jamin," tulisnya. "Dan cutscene third-person untuk setiap adegan jelas merupakan game yang sama sekali berbeda."

Sarzyński menekankan bahwa ketiadaan sudut pandang third-person justru membuat implementasi lebih sulit.

"Membuat adegan interaktif, non-linear, real-time tanpa potongan tetapi dengan kamera, dan sering kali kebebasan bergerak, tiga kali lebih sulit dan mahal dibanding cutscene klasik," jelasnya.

>>> Pilgub Colorado: Kirkmeyer Ungguli Marx dalam Pemilihan Pendahuluan GOP

Ia menambahkan, jika ingin memangkas ruang lingkup, mereka akan menggunakan gaya cutscene ala The Witcher 3.

Pernyataan ini dikuatkan dengan perbandingan editing bay antara adegan terbesar di The Witcher 3 dan Cyberpunk 2077.

Dalam unggahan tersebut, terlihat jelas bahwa lapisan efek, footage, dan elemen lain di Cyberpunk 2077 jauh lebih kompleks.

Hal ini menunjukkan betapa sulitnya memahami kerumitan teknis hanya dari produk akhir.

>>> Pistons Terancam Kehilangan Tobias Harris dan Jalen Duren di Bursa Bebas

Baik The Witcher 3 maupun Cyberpunk 2077 merupakan proyek raksasa yang membutuhkan kerja keras tim developer. Pengakuan ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap usaha mereka.