Detroit Pistons menghadapi risiko kehilangan dua pemain depan andalan mereka, Tobias Harris dan Jalen Duren, saat NBA free agency resmi dimulai.

Keduanya menjadi sorotan setelah musim reguler yang impresif dan eliminasi di putaran kedua playoff.

>>> Komunitas di Alberta Rayakan Canada Day dengan Festival dan Kembang Api

Menurut laporan The Athletic, Harris dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan lima tim NBA lain setelah Pistons gagal memperpanjang kontraknya dalam jendela negosiasi eksklusif dua minggu.

Veteran 15 tahun itu menjadi unrestricted free agent setelah menyelesaikan kontrak dua tahun senilai $52 juta.

Harris mencatat rata-rata 13,3 poin dan 5,1 rebound di musim reguler, lalu meningkat menjadi 18,1 poin dan 7,2 rebound per gim dalam 14 penampilan playoff.

San Antonio Spurs disebut-sebut sebagai salah satu tim yang menargetkannya dengan ruang cap $15 juta.

Insider NBA Chris Haynes melaporkan pada 29 Juni bahwa kemungkinan besar Harris akan meninggalkan Detroit, meskipun Pistons memiliki Early Bird rights untuk menawarinya kontrak lebih besar.

Pelatih kepala J. B.

>>> Inggris Panggil Jacob Bethell untuk Lawan India di T20

Bickerstaff memuji Harris sebagai pemain yang selalu bisa diandalkan.

"Dia selalu ada saat kami membutuhkannya," ujar Bickerstaff. "Itulah pujian terbesar yang bisa diberikan kepada seseorang.

Tidak peduli situasi, waktu, atau skor, Tobias selalu membuat permainan yang diperlukan."

Sementara itu, center restricted free agent Jalen Duren dikabarkan mencari jalur sign-and-trade untuk meninggalkan Detroit karena perbedaan valuasi kontrak.

Sumber dari The Athletic menyebut Duren telah menjadwalkan pertemuan dengan Los Angeles Lakers dan Sacramento Kings.

Pistons dikabarkan telah menolak skenario yang melibatkan Kings dengan pemain bintang Domantas Sabonis.

>>> Aplikasi Discord Resmi Kini Hadir di Meta Quest 3 dan 3S, Gratis Nitro Sebulan

Situasi ini menempatkan Detroit dalam posisi sulit untuk mempertahankan dua pilar utama mereka di bursa bebas.