Kurang dari 10 Persen Remaja Laki-Laki Membaca untuk Kesenangan

Survei lain di Inggris menunjukkan bahwa kurang dari 10 persen anak laki-laki usia 14-16 tahun membaca untuk kesenangan setiap hari.

Angka ini menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Laporan Renaissance juga mencatat bahwa hanya seperempat sekolah menengah yang menyediakan waktu membaca setidaknya 15 menit per hari selama jam sekolah.

Padahal, hampir dua pertiga sekolah dasar melakukannya.

Bernadetta Brzyska, kepala penelitian Renaissance, menekankan bahwa anak-anak membaca paling baik ketika mereka membaca apa yang mereka sukai.

Namun, ia memperingatkan bahwa siswa yang hanya membaca seri yang sama cenderung mandek.

Teknologi sering dianggap sebagai biang keladi menurunnya minat baca.

Anak-anak kecanduan ponsel pintar dan media sosial, yang merusak rentang perhatian mereka dengan video pendek dan guliran tanpa batas.

Banyak sekolah juga mewajibkan penggunaan laptop, yang membawa gangguan serupa. Chatbot AI yang adiktif bahkan bertindak sebagai teman sekaligus alat untuk meringkas bacaan yang ditugaskan.

Masalah ini sudah begitu mengakar sehingga dosen universitas pun mengeluh mahasiswa sarjana kesulitan menyelesaikan bacaan dasar yang diberikan.

>>> PlayStation Store di PS3 dan Vita Resmi Ditutup, Dimulai Agustus 2026

Hal ini menunjukkan bahwa krisis literasi tidak hanya terjadi di tingkat sekolah.