Presiden Asosiasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, mengatakan perlu dinilai apakah itu melanggar netralitas politik.

FairSquare dalam pengaduan awalnya meminta penyelidikan menyeluruh terhadap keputusan memperkenalkan dan memberikan hadiah perdamaian FIFA.

Kelompok advokasi itu menuduh Infantino melakukan empat pelanggaran jelas terhadap kode etik.

Pelanggaran pertama terjadi ketika Infantino berkampanye di media sosial agar Trump menerima Hadiah Nobel Perdamaian.

FairSquare berargumen bahwa unggahan itu merupakan dukungan pribadi yang tidak dapat diterima dalam situasi politik yang kontroversial.

Pelanggaran kedua diduga terjadi di Miami saat konferensi bisnis, di mana Infantino memuji Trump di depan umum.

Infantino menyebut Trump sebagai teman dekat dan membela pemimpin AS itu dari kritik publik.

Ia mengatakan bahwa Trump dipilih secara jelas dan semua orang harus mendukung apa yang dilakukannya karena terlihat cukup baik.

Di tengah sorotan politik, beredar klaim di media sosial bahwa Infantino menghadiri pertandingan di dua kota berbeda secara bersamaan pada 25 Juni 2026.

Namun, investigasi faktual mengungkap bahwa gambar-gambar itu telah dimodifikasi secara artifisial menggunakan alat komputasi.

>>> Presiden FIFA Puji Iran Tak Terkalahkan di Piala Dunia, Pemain Keluhkan Logistik

Tanda air digital pada gambar kedua mengonfirmasi adanya perubahan sintetis.