Lima puluh anggota Parlemen Eropa mengirim surat resmi pada 29 Juni 2026 yang mendesak FIFA menangani pengaduan etika terhadap presidennya, Gianni Infantino.

Pengaduan itu terkait pemberian hadiah perdamaian kepada Presiden AS Donald Trump.

>>> Kontrak Shueisha untuk Manga Karakter Marvel Berakhir 30 September

Surat bersama yang ditujukan kepada Infantino dan Dewan FIFA itu mendukung pengaduan resmi yang diajukan pada Desember 2025 oleh kelompok advokasi nirlaba FairSquare.

FairSquare menuduh Infantino melakukan beberapa pelanggaran terhadap peraturan netralitas politik FIFA.

Kelompok yang fokus pada hak migrasi dan represi politik itu menyebut Infantino menunjukkan bias pribadi terhadap presiden AS.

Statuta FIFA menyatakan bahwa organisasi tetap netral dalam masalah politik dan agama.

Kode Etik FIFA juga mewajibkan semua pihak yang terikat untuk tetap netral secara politik dalam berurusan dengan lembaga pemerintah.

Dalam suratnya, para anggota parlemen Eropa menggambarkan Piala Dunia 2026 sebagai ajang yang bermasalah.

Mereka menyebut pengenalan penghargaan baru di Washington DC sebagai perkembangan paling meresahkan dalam turnamen tersebut.

Para penandatangan menegaskan bahwa FIFA harus menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai inti melalui tindakan formal.

Anggota Parlemen Eropa asal Irlandia, Barry Andrews, mengatakan Piala Dunia seharusnya menyatukan dunia.

Ia memperingatkan bahwa keberpihakan politik tertentu merusak legitimasi FIFA.

Andrews menyatakan bahwa permintaan mereka sederhana, yaitu agar Komite Etik FIFA menyelidiki pemberian hadiah perdamaian kepada Trump.

Ia menambahkan bahwa investigasi yang tepat adalah satu-satunya cara untuk memastikan FIFA menjunjung nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan martabat manusia.

>>> Zlatan Ibrahimovic Curi Perhatian sebagai Analis Piala Dunia Fox Sports

Sebelumnya, Asosiasi Sepak Bola Norwegia juga menyuarakan dukungan untuk mengevaluasi proses pengambilan keputusan di balik penghargaan tersebut.