Presiden FIFA Gianni Infantino memuji Timnas Iran yang mampu menjaga rekor tak terkalahkan selama babak grup Piala Dunia 2026, meski gagal melaju ke fase gugur.

Iran tersingkir setelah finis di posisi ketiga Grup G di bawah Belgia dan Mesir, serta gagal menjadi salah satu peringkat ketiga terbaik.

>>> Strawberry Moon 2026 Terbit Sebagai Bulan Purnama Terendah Tahun Ini

Infantino mengunjungi ruang ganti Iran usai laga pembuka melawan Selandia Baru yang berakhir imbang 2-2 di SoFi Stadium, Inglewood.

"Kalian mengirim pesan kuat ke seluruh dunia. Kalian menyatukan seluruh stadion di sini, mendukung 'Team Melli', kalian menunjukkan kepada dunia.

Terima kasih banyak," kata Infantino.

Ia juga bercanda dengan staf pelatih, menawarkan diri menjadi pemain jika dibutuhkan. "Dan jika pelatih membutuhkan penyerang, saya datang untuk pertandingan berikutnya, untuk bermain dengan kalian," ujarnya.

Infantino mendesak skuad untuk terus bermain demi pendukung. "Ini baru awal Piala Dunia.

Kalian menulis sejarah.

Teruslah bermain dengan hati, untuk rakyat kalian, dan untuk semua orang di dunia yang jatuh cinta dengan Iran.

Ayo, kalian lebih kuat dari segalanya," katanya.

Setelah kampanye Iran berakhir, Infantino memuji tim di Instagram.

"Tetap tak terkalahkan melalui fase grup yang menantang adalah pencapaian luar biasa yang membuktikan kualitas dan kerja sama tim kalian.

Sayangnya, itu tidak cukup untuk lolos, tetapi gairah dan keinginan kalian terlihat jelas. Terima kasih telah bermain dengan hati dan memberi kebanggaan," tulisnya.

>>> Jackpot Mega Millions Naik Jadi Rp542 Miliar Setelah Drawing

Kendala Logistik dan Visa

Turnamen ini diwarnai masalah administrasi bagi Iran.

Sebanyak 14 staf, termasuk Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran Hedayat Mombeini dan wakil presiden Mehdi Mohammad Nabi, awalnya ditolak visa AS.