Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo tampil lebih langsing saat memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (30/6) lalu.

Penampilannya yang berubah drastis menarik perhatian wartawan. Dito pun membagikan rahasia di balik penurunan berat badannya yang mencapai 40 kilogram.

>>> Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas Capai 15 Ha, 154 Warga Kena ISPA

Pola Makan dan Olahraga

Dito mengaku kembali ke pola hidup disiplin. Ia membatasi asupan kalori maksimal 800 hingga 1.000 kalori per hari.

Selain mengatur pola makan, ia juga berolahraga setiap hari. Camilan sangat diminimalkan.

"Kuncinya, asupan gizi dan nahan lapar," ujar Dito di Gedung KPK, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari Detik.

Pria berusia 35 tahun ini mulai konsisten menjalani diet sejak September 2025. Ia sebelumnya mengalami kenaikan berat badan hampir 50 kilogram pada periode 2020-2023.

Meski sudah turun 40 kg, Dito mengatakan masih ada 10 kilogram lagi yang harus dicapai untuk mencapai target.

>>> DJP Targetkan Pajak Digital Tembus Rp24 Triliun per Tahun

Apakah Penurunan 40 Kg dalam 10 Bulan Aman?

Penurunan berat badan Dito terjadi dalam kurun waktu sekitar 9-10 bulan.

Menurut Healthline, penurunan berat badan yang cepat dan singkat berisiko menyebabkan hilangnya massa otot, kekurangan nutrisi, hingga batu empedu.

Penurunan berat badan yang ideal adalah 0,45-0,9 kg per minggu. Dalam kasus Dito, penurunan per minggu sekitar 0,93-1 kg, yang masih tergolong normal.

Namun, para ahli merekomendasikan penurunan berat badan yang lambat dan bertahap. Pendekatan ini lebih efektif mengurangi massa lemak dan mencegah efek yo-yo.

>>> Anime Expo 2026 Digelar 2 Juli dengan Pengalaman Downtown LA yang Diperluas

Untuk hasil optimal, penurunan berat badan harus diimbangi dengan olahraga teratur, nutrisi seimbang, manajemen stres, dan tidur cukup.