"Gelang dan kalung, menurut keluarga, waktu keluar dipakai dan waktu video call sebelum lost contact masih kelihatan dipakai.

>>> Daftar 7 Tim Negara Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026

Tidak ada waktu ditemukan. Saat autopsi, yang diserahkan ke keluarga hanya anting kanan dan cincin di sebelah kiri," ujarnya.

Sementara dompet dan ponsel korban masih dalam kondisi aman dan telah diamankan penyidik. Ponsel korban diyakini Risang menjadi kunci utama polisi untuk mengidentifikasi pelaku.

"Kami yakin polisi sudah memindai HP korban dan sudah mengetahui petunjuknya mengarah ke mana.

Karena pasti ditemukan nomor yang paling dihubungi pada tanggal itu atau dalam satu minggu terakhir," kata Risang.

Dari keseluruhan rangkaian fakta, Risang meyakini TKP sebenarnya bukan di Bandara Juanda.

Lokasi itu, menurutnya, hanya digunakan pelaku sebagai tempat membuang jenazah korban yang sudah meninggal lebih dulu di tempat lain.

Ia juga menanggapi hasil autopsi sementara. Berdasarkan pemeriksaan luar, terdapat indikasi kekerasan dan kematian yang tidak wajar.

"Ada indikasi kekerasan dan indikasi kematian yang tidak wajar. Diungkapkan di situ lazim ditemukan pada korban mati lemas, kekurangan oksigen, asfiksia," kata Risang.

Ia menambahkan, penyidik sudah memberinya informasi bahwa pelaku sudah teridentifikasi, meski belum ada pengumuman resmi.

"Kabarnya hanya mengatakan sudah teridentifikasi gitu saja," ujarnya.

Aparat Polresta Sidoarjo saat ini masih mendalami kasus tersebut. Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan di TKP.

"Kamis masih melakukan identifikasi dan anggota masih ke TKP lakukan lidik," kata Siko saat dikonfirmasi, Rabu (24/6).

Tim Inafis dan Polsek Sedati sudah dikerahkan ke lokasi. Sementara jenazah perempuan tersebut telah dilarikan ke RS Pusdik Bhayangkara Porong Sidoarjo untuk proses identifikasi.