Sosok tersebut duduk di posisi pengemudi seorang diri saat mengambil tiket parkir.

Pria itu terekam dalam kondisi pencahayaan yang cukup terang dan berwarna, sehingga sejumlah ciri fisiknya dapat diidentifikasi. Ia memakai masker, berkaus kelir biru, mengenakan kacamata dan berambut ikal.

"Laki-laki itu yang ngambil tiket parkir, di situ tampak sendirian. Tangan kirinya megang setir, di CCTV itu [terlihat] pakai jam tangan.

Tangan kanannya keluar ngambil tiket.

Pakai masker warna putih, berkacamata minus, berkaus warna biru, tidak pakai topi, rambut ikal," kata Risang, saat dikonfirmasi, Kamis (25/6).

Sementara itu, RYS yang berada di jok penumpang sebelah kiri sama sekali tidak terlihat dalam rekaman.

Risang menduga posisi jok penumpang tempat korban ditemukan memang sengaja direbahkan sejak awal sehingga tubuh korban tidak tampak dari luar kendaraan.

Kejanggalan berlanjut pada rekaman CCTV di area parkir. Pria yang sama sebelumnya terekam di gerbang masuk, terlihat meninggalkan kendaraan.

Tidak ada satu pun orang yang keluar dari sisi jok penumpang.

"Hanya diinformasikan, ketika di parkiran itu tidak ada yang keluar dari kursi penumpang. Yang keluar hanya orang itu saja, satu itu," ungkapnya.

Setelah turun dari mobil, pria tersebut diduga berpindah atau meninggalkan Bandara Juanda menggunakan taksi.

"Dia turun, berpindah ke taksi," katanya.

Tanda Kekerasan dan Barang Hilang

Selain rekaman CCTV, kejanggalan lain ditemukan pada kondisi barang-barang milik korban. Sejumlah perhiasan yang dikenakan RYS tidak ditemukan saat jenazah diautopsi.

Gelang dan kalung korban tidak ada di tubuhnya ketika ditemukan.

Sementara anting sebelah kiri diketahui lepas, diduga akibat benturan benda tumpul, dan hanya anting kanan serta cincin di tangan kiri yang diserahkan kepada keluarga.