Menjadi ibu membawa perubahan besar secara fisik, emosional, dan mental. Di balik kebahagiaan merawat anak, ada proses panjang yang membuat seorang ibu merasa kehilangan sebagian dari dirinya.

Kondisi ini dikenal dengan istilah flamingo era. Banyak ibu mencurahkan waktu, tenaga, dan perhatian untuk anak, sehingga merasa kehilangan ruang untuk diri sendiri.

>>> Tarif Listrik PLN Periode Juli-September 2026 Tidak Naik

Apa Itu Flamingo Era?

Flamingo era adalah fase kehidupan seorang ibu yang mengalami perubahan besar setelah memiliki anak.

Istilah ini terinspirasi dari burung flamingo yang kehilangan warna merah muda cerah pada bulunya saat merawat anak.

Perubahan itu terjadi karena induk flamingo menghasilkan crop milk yang kaya protein dan lemak untuk anaknya. Pigmen yang membuat bulu cerah berkurang, sehingga tubuhnya tampak pucat.

Menurut Melissa Rae Therapy, perubahan pada flamingo menjadi metafora bagaimana seorang ibu memberikan energi, waktu, dan dirinya untuk anak.

Masa awal menjadi ibu sering kali penuh kebahagiaan, tetapi juga menghadirkan rasa lelah dan kehilangan ruang pribadi.

Dalam fase ini, seorang ibu bisa merasakan dua emosi bertolak belakang secara bersamaan. Kebahagiaan melihat tumbuh kembang anak berjalan beriringan dengan rasa sedih atau kerinduan akan identitas pribadi.

The Mental Edge menjelaskan bahwa perubahan warna flamingo menjadi simbol pengalaman ibu yang mencurahkan perhatian penuh kepada anak.

Banyak ibu menunda impian, mengurangi hobi, bahkan mengesampingkan kebutuhan pribadi demi keluarga.

>>> Iran Tolak Campur Tangan Asing dalam Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz

Akibatnya, sebagian ibu merasa kehilangan 'warna' atau semangat yang dulu dimiliki. Namun, seperti flamingo yang kembali cerah setelah anaknya mandiri, ibu pun punya kesempatan menemukan kembali dirinya.