Sekolah Garuda terbagi menjadi dua jenis: Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi.

Sekolah Garuda Baru dibangun dari nol di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta daerah dengan keterbatasan akses pendidikan unggul.

Sekolah Garuda Transformasi merupakan program penguatan bagi SMA/MA yang sudah ada untuk mencapai standar pendidikan kelas dunia.

Pengenalan serentak dilakukan di 16 wilayah, terdiri dari 12 titik Sekolah Garuda Transformasi dan empat titik pembangunan Sekolah Garuda Baru.

Lokasi Sekolah Garuda Transformasi meliputi SMAN 10 Fajar Harapan (Aceh), SMA Unggul Del (Sumatera Utara), MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (Sumatera Selatan), SMAN Unggulan MH Thamrin (DKI Jakarta), SMA Cahaya Rancamaya (Jawa Barat), SMA Taruna Nusantara (Jawa Tengah), SMA Pradita Dirgantara (Jawa Tengah), SMAN 10 Samarinda (Kalimantan Timur), SMAN Banua BBS (Kalimantan Selatan), MAN Insan Cendekia Gorontalo (Gorontalo), SMAN Siwalima Ambon (Maluku), dan SMA Averos Sorong (Papua Barat Daya).

Lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru berada di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan (NTT), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Bulungan (Kalimantan Utara).

Apa Itu Sekolah Terintegrasi?

Selain Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Sekolah ini merupakan sekolah unggulan non-asrama yang akan tersebar di berbagai daerah.

Menurut Pratikno, Sekolah Terintegrasi menjadi solusi strategis atas ketimpangan mutu antarwilayah dan rendahnya capaian kualitas sekolah di banyak daerah.

>>> 3 Contoh Karangan Bahasa Jawa tentang Liburan ke Pantai, Kolam Renang, dan Rumah Nenek

Sekolah ini menyediakan jenjang pendidikan dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK dalam satu sistem tata kelola dan pembelajaran berkelanjutan.