Uji Coba Tabung Merah Putih Pengganti LPG Gas Melon Dimulai Juli 2026
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan uji coba Tabung Merah Putih, produk compressed natural gas (CNG) 3 kilogram, akan dimulai pada Juli 2026.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengungkapkan prototipe tabung tersebut telah memasuki tahap pengujian ketiga dan hanya menyisakan satu tahap lagi sebelum dapat diedarkan ke masyarakat.
>>> Israel Makin Nekat Bikin 100 Permukiman Ilegal di Tepi Barat Palestina
"Ya maksudnya satu tahap lagi sudah bisa diedarkan. Iya (pada Juli)," ujar Laode saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (29/6).
Sebanyak belasan unit Tabung Merah Putih disiapkan untuk menjalani serangkaian pengujian di Lemigas.
Pengujian akan difokuskan pada aspek keselamatan, termasuk ketahanan tekanan dan sistem valve yang menyatu dengan tabung.
Tabung CNG Lebih Ringan dan Diimpor dari China
Pada tahap awal, tabung CNG akan diimpor dari China karena menggunakan material komposit dengan teknologi tipe empat yang membuat bobotnya jauh lebih ringan dibanding tabung logam konvensional.
"Oleh karena itu kita harus membuat yang lebih ringan agar emak-emak nanti enggak merasa, oh ini kok penggantinya berat.
Kita uji di Lemigas. Yang paling penting safety dari valve dan tabungnya seperti apa," jelas Laode.
>>> Mbappe Ancam Status Messi sebagai Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia
Pemerintah memastikan harga jual Tabung Merah Putih akan disamakan dengan LPG 3 kilogram. Dengan skema ini, subsidi energi diperkirakan dapat ditekan hingga sekitar 30 persen.
"Sama, sama harganya (LPG 3Kg). Sekarang simulasinya masih disamakan.
Dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30 persen," imbuhnya.
Ke depan, pemerintah membuka peluang pembangunan pabrik tabung CNG di Indonesia jika kebutuhan sudah meningkat.
Implementasi program akan dilakukan secara bertahap di berbagai daerah dengan pasokan gas yang telah disiapkan bersama SKK Migas.
>>> Alasan Hari Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas
"Ada peluang untuk itu (pembangunan pabrik di RI). Kalau jumlahnya masif kan kita punya bargaining untuk minta mereka bangun di sini," pungkas Laode.
Update Terbaru
Rob Kardashian Tersenyum Lebar di Foto Keluarga Langka
Rabu / 01-07-2026, 08:40 WIB
Dilema Pajak JHT: Haruskah Tabungan Hari Tua Tetap Dipotong Pajak?
Rabu / 01-07-2026, 08:40 WIB
Polisi Diserang saat Selamatkan Wanita yang Disekap Eks Pacar di Kendari
Rabu / 01-07-2026, 08:40 WIB
Kylian Mbappe Soal Prancis Jumpa Paraguay di 16 Besar: Itu Nanti, Fokus Saya Mencari AC Sekarang!
Rabu / 01-07-2026, 08:36 WIB
Swedia Digilas Tiga Gol, Gary Neville Sebut Timnas Perancis Berada di Level yang Berbeda
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Honda Jual Accord ke-15 Juta di AS, Adik Pembeli Pertama Jadi Pemilik ke-15.000.001
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Irak Tangkap 47 Pejabat Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Survei: Banyak Bank Sentral Dunia Mulai Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Daftar 16 Negara Bebas Visa Indonesia, Turun Drastis dari 169 Negara
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Prabowo Beri Hormat ke Jokowi di HUT Bhayangkara ke-80
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Mbappe Kirim Pesan Menyentuh untuk Deschamps Usai Bungkam Swedia
Rabu / 01-07-2026, 08:32 WIB
Cara Membuat Username WhatsApp agar Bisa Chat Tanpa Nomor HP
Rabu / 01-07-2026, 08:32 WIB
Apple Lobi AS Agar Bisa Pakai Chip RAM China, Harga DRAM Samsung Naik 100% Picu Ancaman Pasokan
Rabu / 01-07-2026, 08:32 WIB
Bandara Paling Berbahaya di Dunia, Tak Semua Pilot Bisa Mendarat di Sini
Rabu / 01-07-2026, 08:32 WIB






