Ketika dimintai tanggapan soal kritik Vance, Rubio menghindari jawaban langsung dan justru mengungkit serangan Hezbollah terhadap pos pemeriksaan Israel.

Namun beberapa hari kemudian, AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan selama tiga hari akibat sengketa Selat Hormuz.

Kedua pihak dijadwalkan menggelar perundingan teknis untuk meredakan ketegangan terkait selat tersebut.

Perbedaan nada pernyataan Vance dan Rubio dalam sepekan terakhir memicu spekulasi adanya perbedaan pandangan di dalam pemerintahan Trump.

Gedung Putih dengan tegas membantah adanya perpecahan tersebut.

Vance dan Rubio merupakan dua tokoh diplomasi paling berpengaruh dalam pemerintahan Trump dan mewakili dua arus pemikiran berbeda dalam kebijakan luar negeri Partai Republik.

Sebelum menjabat wapres, Vance kerap mengkritik keterlibatan AS dalam perang di luar negeri karena dianggap membuang nyawa dan anggaran.

Sebaliknya, Rubio dikenal sebagai politikus garis keras yang mendorong kebijakan konfrontatif terhadap Iran, Rusia, dan Kuba.

Keduanya juga dipandang sebagai calon penerus Trump dan mewakili dua faksi besar dalam Partai Republik.

Di satu sisi terdapat kelompok neokonservatif yang mendukung intervensi militer AS di luar negeri.

>>> Ronald Koeman Mundur dari Kursi Pelatih Belanda

Di sisi lain adalah kelompok yang meyakini bahwa banyak perang luar negeri hanya menimbulkan biaya besar dan risiko tidak sepadan.