Perang AS dan Iran sebelumnya sempat mendorong harga bensin melampaui US$4,50 per galon.

Lonjakan tersebut ikut meningkatkan tekanan inflasi karena biaya energi menjadi lebih mahal.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak dunia terus melemah setelah kedua negara mencapai kesepakatan perdamaian sementara yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.

Jalur pelayaran strategis tersebut menjadi rute pengiriman sekitar 20 persen pasokan minyak dunia sehingga pembukaannya langsung disambut positif oleh pasar energi global.

Meski demikian, situasi keamanan di kawasan belum sepenuhnya stabil.

Dalam beberapa hari terakhir, kedua negara kembali terlibat aksi saling serang yang sempat mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Hal itu memunculkan kekhawatiran baru terhadap pasokan energi global.

Trump, meski demikian, menilai tidak ada alasan bagi harga bensin untuk tetap tinggi.

Ia pun mencurigai bahwa lambatnya penurunan harga bukan semata-mata dipengaruhi kondisi pasar, melainkan kemungkinan adanya permainan harga di tingkat distribusi dan penjualan bahan bakar.

>>> Planescape: Torment 2 Batal Terwujud karena Wizards of the Coast Tak Mau Danai

Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintahannya siap mengambil langkah apabila ditemukan praktik yang dinilai merugikan konsumen di Amerika.