Iran secara tegas membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim bahwa Teheran memohon-mohon untuk menggelar pertemuan di Qatar.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa tidak ada rencana pertemuan dengan pejabat AS dalam waktu dekat.

>>> Maxwell Resmi Tinggalkan Indonesia, Eks Striker Persija Tidak Gabung Persib Bandung

"Saya menegaskan bahwa kami tidak menjadwalkan pertemuan apa pun dengan pihak Amerika di tingkat mana pun dalam beberapa hari ke depan," kata Baghaei seperti dikutip Al Jazeera.

Baghaei mengonfirmasi bahwa akan ada pertemuan di Qatar, namun delegasi Iran dan AS tidak akan bertemu secara langsung.

Pertemuan di Doha tersebut kemungkinan akan membahas implementasi sejumlah klausul dalam nota kesepahaman (MoU) yang baru ditandatangani kedua negara di Swiss.

"Yang kemungkinan akan dilakukan di Doha besok adalah pembahasan mengenai implementasi sejumlah klausul dalam Memorandum Saling Pengertian (MoU), termasuk klausul yang berkaitan dengan pencairan aset Iran yang dibekukan, bersama pihak Qatar," ucap Baghaei.

>>> Jakarta X Beauty 2026 Digelar 2-5 Juli, Dukung Brand Lokal

Sebelumnya, Trump mengeklaim bahwa Iran meminta pertemuan dengan AS di Qatar pada Selasa (30/6).

"Iran telah meminta pertemuan, pertemuan itu akan berlangsung besok di Doha!" tulis Trump di platform Truth Social pada Senin (29/6).

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kemudian mengatakan bahwa utusan AS Steve Witkoff dan penasihat sekaligus menantu Trump, Jared Kushner, akan terbang ke Doha untuk pertemuan tersebut.

>>> Matheus Cunha Ungkap Alasan Sindir Pemain Jepang dengan Gestur 5 Jari

Ketegangan antara kedua negara kembali meningkat setelah saling melancarkan serangan pada akhir pekan lalu imbas insiden serangan terhadap kapal komersial berbendera Singapura di Selat Hormuz.