Pemerintah Iran kembali menegaskan tidak memiliki niat mengembangkan senjata nuklir. Penegasan ini merespons klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut Teheran telah menyetujui proses denuklirisasi.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di tengah isu pertemuan delegasi AS dan Iran di Doha, Qatar.

>>> MK Tolak Gugatan PNS Soal Aturan Wajib Mengabdi Sebelum Mutasi

Pezeshkian menegaskan posisi Iran tidak berubah karena program nuklir hanya untuk kepentingan damai.

Ia mengingatkan bahwa mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah menyatakan Iran tidak pernah berniat membuat senjata nuklir.

"Mendiang Ayatollah Ali Khamenei telah menyatakan dengan jelas bahwa Iran tidak berniat membuat senjata nuklir," kata Pezeshkian dikutip ISNA dan Middle East Monitor.

Menurut Pezeshkian, Iran tetap berkomitmen menjalankan aktivitas nuklir sesuai kebutuhan nasional dan dalam kerangka kebijakan yang ditetapkan.

"Kami meyakinkan masyarakat internasional bahwa aktivitas-aktivitas ini akan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan segera dan dalam kerangka kebijakan yang telah kami tetapkan," ujarnya.

Melalui media sosial X, Pezeshkian juga menegaskan Iran tetap membuka peluang menjalankan nota kesepahaman dengan AS jika Washington memenuhi komitmennya.

Namun, Teheran tidak akan tinggal diam apabila kesepakatan dilanggar.

"Saling pengertian adalah jalan dua arah. Jika pihak Amerika mematuhi kesepakatan tersebut, kami juga akan memenuhi komitmen kami," kata Pezeshkian.

>>> Vonis Nadiem Makarim 10 Tahun Penjara, Denda Rp809 Miliar, Netizen Heboh

Ia menambahkan Iran siap mempertahankan diri secara tegas jika diperlukan.

Pernyataan ini muncul setelah Trump mengklaim Teheran telah menerima agenda denuklirisasi yang akan dibahas dalam pertemuan di Doha.

Trump menyebut AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir dan mengaku telah memperoleh persetujuan Teheran.