Presiden Jerman Steinmeier Desak Reformasi Mendasar PBB
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menyerukan reformasi mendasar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pernyataan itu disampaikan pada Senin (29/6) di tengah kekhawatirannya terhadap tekanan besar yang dihadapi tatanan internasional berbasis aturan.
>>> Belanda Tersingkir, Koeman Ogah Minta Maaf Pakai 5 Bek Lawan Maroko
Dalam pidato pembukaan Konferensi Keberlanjutan Hamburg, Steinmeier menyoroti ancaman terhadap norma-norma internasional yang telah lama berlaku.
Ia menuding sejumlah negara kuat tidak lagi mengakui aturan dan dengan sengaja melanggarnya demi kepentingan kekuasaan mereka.
"Kita hidup di zaman ketika aturan internasional yang telah memandu kita selama beberapa dekade kini terancam," ujar Steinmeier seperti dikutip dari laporan media Suddeutsche Zeitung, yang dilansir Anadolu Agency.
Ia menambahkan bahwa politik global kini lebih didominasi oleh "politik kekuasaan mentah, pemikiran zero-sum, dan konfrontasi". Menurutnya, hal itu menggantikan semangat kerja sama yang menjadi fondasi sistem internasional.
>>> UEA Minta Pasokan Beras RI 50 Ribu Ton per Bulan, Bulog Siap Ekspor
"Semangat kebrutalan dan kekejaman sedang melanda politik internasional," tegas Steinmeier.
PBB Harus Berubah
Meski mengkritik kondisi global, Steinmeier menekankan bahwa meninggalkan kerja sama multilateral bukanlah solusi. Ia justru mendesak agar PBB direformasi secara fundamental.
"Penarikan diri dari PBB akan menjadi tindakan yang picik dan fatal. Namun demikian, PBB harus berubah, harus menjadi lebih efisien dan efektif," katanya.
Steinmeier menilai PBB harus mampu memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan para pemimpin otoriter dengan "fantasi kemahakuasaan" mereka.
>>> Polri Naikkan Pangkat 87 Perwira Tinggi, Empat Jadi Komjen
Reformasi ini dinilai krusial untuk menjaga relevansi organisasi internasional tersebut di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks.
Update Terbaru
Jokowi Tolak Tunjukkan Ijazah ke Publik, Kuasa Hukum Buka Suara
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Kejagung Serahkan Berkas Oknum TNI Aktif ke Jaksa Militer Terkait Korupsi Motor Listrik Rp1 Triliun
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Prabowo Akui Bali Dilirik Jadi Pusat Finansial Internasional
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Modus Monopoli Ompreng MBG, Seret Jenderal Polisi Aktif
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Roy Suryo Hadiri Sidang dr Tifa Sebelum Praperadilan: Itu Sangat Menguntungkan
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Jokowi Klaim Tak Wajib Tunjukkan Ijazah Asli ke Publik, Dilindungi UU
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Oppo Enco Air 5 Resmi Meluncur di India dengan ANC 52dB dan Baterai 54 Jam
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Sutradara Ghost in the Shell Pastikan Tidak Ada GenAI dalam Remake
Jumat / 03-07-2026, 01:43 WIB
Masalah di Balik Perangkat AI Rahasia SpaceX
Jumat / 03-07-2026, 01:42 WIB
Meta Ketergantungan pada AI Google, Zuckerberg Dipermalukan
Jumat / 03-07-2026, 01:42 WIB
Kingdom Come: Deliverance Board Game Hadir Musim Gugur 2026, Kental dengan Elemen RPG
Jumat / 03-07-2026, 01:42 WIB
Jennifer Holland Ungkap Alasan James Gunn Sering Rekrut Teman di Filmnya
Jumat / 03-07-2026, 01:42 WIB
Jennifer Holland Ungkap Alasan James Gunn Sering Rekrut Teman di Filmnya
Jumat / 03-07-2026, 01:42 WIB
Capcom Majukan Rilis Onimusha: Way of the Sword ke September 2026
Jumat / 03-07-2026, 01:42 WIB






