WHO: 1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 1.300 orang tewas akibat gelombang panas yang melanda sejumlah negara di Eropa sejak Juni.
Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan fenomena gelombang panas kini terjadi setiap tahun dan sangat mengkhawatirkan.
>>> Indonesia Dihentikan Thailand di Perempat Final Kejuaraan Asia Junior
"Lebih dari 1.300 kematian berlebih sudah tercatat sejak 21 Juni terkait dengan suhu tinggi di Eropa," kata Ghebreyesus melalui akun X.
Ia menyebut gelombang panas sebagai "pembunuh diam-diam" karena fasilitas di Eropa, seperti sekolah dan perkantoran, tidak dirancang untuk suhu ekstrem.
Akibat cuaca panas ekstrem, sekolah-sekolah terpaksa ditutup dan jaringan listrik mulai kolaps.
WHO bekerja sama dengan negara anggota untuk mengatasi ancaman kesehatan akibat gelombang panas, dengan fokus pada kesiapsiagaan, pencegahan, dan respons sistem kesehatan yang lebih kuat.
>>> Isak Tangis Kerabat Pecah saat Misa Pemakaman Dokter Icha
"Secara khusus, kami mendorong negara-negara Eropa menerapkan rencana aksi kesehatan panas untuk melindungi kesehatan dari perubahan iklim," ujar Ghebreyesus.
Sejumlah negara seperti Prancis, Jerman, dan Polandia tengah menghadapi cuaca panas ekstrem. Di Prancis, suhu mencapai 36 hingga 40 derajat Celsius di beberapa wilayah.
Badan Kesehatan Masyarakat Prancis (Public Health France) melaporkan sekitar 1.000 kematian tambahan pada pekan ini akibat gelombang panas.
>>> Jepang Percaya Diri Hadapi Brasil di Babak Gugur Piala Dunia 2026
"Sejak 24 Juni, sekitar 1.000 kematian tambahan (angka sementara) sudah tercatat dibandingkan jumlah kematian di bulan-bulan sebelumnya," demikian pernyataan badan tersebut, dikutip AFP.
Update Terbaru
Psikolog Ungkap Alasan Remaja Sering Membantah, Bisa Jadi Tanda Positif
Rabu / 01-07-2026, 09:10 WIB
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Ekuador Protes Gangguan Suporter Meksiko di Hotel Timnas
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Lebih dari 150 Orang Terinfeksi Cyclosporiasis di Michigan Tenggara
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Altos Computing Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Promo Kabel USB-C 3-Pack Hanya Rp100 Ribuan, Pas untuk Stok Cadangan
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Sosialis Demokrat Tantang Petahana Demokrat di Primer Colorado
Rabu / 01-07-2026, 08:50 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Bayar Rp809 Miliar, Harta Tak Sampai Segitu
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Betrand Peto Ogah Minta Maaf soal Sindiran di Medsos ke Kubu Sarwendah
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Latsarmil Kopdes Diubah, Biaya Rp45 Juta Per Orang Masih Misteri
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB






