Panas Ekstrem Eropa, Warga Khawatir Risiko Kebakaran Hutan
Gelombang panas yang memecahkan rekor tengah mencekam Italia dan Balkan pekan ini. Suhu ekstrem ini memicu kekhawatiran akan potensi kebakaran hutan hingga korban jiwa.
Di Italia, pihak berwenang mengeluarkan peringatan panas "merah" untuk 22 kota pada Senin (29/6). Kota-kota tersebut mulai dari Bolzano di utara hingga Palermo di Sisilia selatan.
>>> The First Descendant Patch 1.3.33 Hadir 2 Juli dengan Event Anniversary ke-2
Di Vatikan, para peziarah menggunakan kipas dan payung untuk melindungi diri dari panas.
Hal itu terjadi saat Paus Leo menyampaikan pesan Angelus dari balkon pada Hari Raya Santo Petrus dan Paulus.
Presiden Masyarakat Meteorologi Italia, Luca Mercalli, mengatakan bahwa dengan panas ekstrem, risiko kebakaran hutan meningkat. Namun, ia juga mencatat banyak badai hujan yang mengurangi risiko tersebut.
Layanan cuaca Kroasia mengeluarkan peringatan merah untuk beberapa wilayah, termasuk ibu kota Zagreb dan kota wisata Split dan Dubrovnik.
Sebagian besar wilayah Balkan juga dilanda panas ekstrem dengan suhu di atas 35 derajat Celsius.
>>> Asam Amino Esensial Ini Bisa Mengubah Cara Kita Menua
Suhu tinggi diperkirakan terjadi di beberapa bagian Kroasia, Serbia, Rumania, dan Hungaria. Para peramal cuaca mengatakan gelombang panas di Eropa masih jauh dari berakhir.
Gelombang panas yang dimulai sejak pertengahan Juni telah membebani sistem perawatan kesehatan, merusak infrastruktur, dan mengganggu kinerja pembangkit listrik.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejauh ini mencatat 1.300 kematian terkait heatwave di Eropa sejak 21 Juni.
Para ilmuwan mengatakan gelombang panas tersebut "hampir tidak mungkin" terjadi tanpa perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut Eropa sebagai benua yang paling cepat memanas di Bumi, memanas dua kali lipat dari rata-rata global.
>>> Tambalan Jantung Revolusioner Tanpa Operasi Bisa Selamatkan Nyawa
"Tekanan panas sering disebut sebagai 'pembunuh senyap'. Rumah, tempat kerja, dan sekolah di Eropa tidak dibangun untuk suhu seperti ini," ujar Ghebreyesus.
Update Terbaru
Prancis Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026 Usai Bantai Swedia 3-0
Rabu / 01-07-2026, 06:25 WIB
VW ID. Tiguan Bukan Sekadar Facelift ID.4, Ini Bedanya
Rabu / 01-07-2026, 06:25 WIB
Masalah Keuangan, VW Didorong Jual Ducati Saat Gacor di MotoGP
Rabu / 01-07-2026, 06:25 WIB
Daftar 6 Tim Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 06:25 WIB
Fakta-Fakta Vonis Kasus Laptop Nadiem Makarim
Rabu / 01-07-2026, 06:25 WIB
IHSG Diramal Merah di Awal Juli, Analis Beri Rekomendasi Saham
Rabu / 01-07-2026, 06:24 WIB
Toy Story 5 Diproyeksi Jadi Film Toy Story Terlaris
Rabu / 01-07-2026, 06:24 WIB
Sennheiser Luncurkan Earbud Clip-On Pertama dengan Driver 12mm dan LDAC
Rabu / 01-07-2026, 06:07 WIB
Yoon Eun Hye 'Coffee Prince' Ungkap Rahasia Diet, Tubuh Kencang di Usia 41
Rabu / 01-07-2026, 06:07 WIB
ESA Sebut Server Minecraft Pribadi Ilegal, Upaya Stop Killing Games Kembali Gagal
Rabu / 01-07-2026, 06:05 WIB
ESA Sebut Server Minecraft Pribadi Ilegal, RUU Stop Killing Games Gagal di California
Rabu / 01-07-2026, 06:05 WIB
Moral Ambiguity dalam Grave Seasons: Tidak Ada Jawaban Benar dalam Plot Pembunuhan Supernatural
Rabu / 01-07-2026, 06:00 WIB
Moral Ambiguity dalam Grave Seasons: Tidak Ada Jawaban Benar di Plot Pembunuhan Supernatural
Rabu / 01-07-2026, 06:00 WIB
Ecuador Adukan Gangguan Suporter Meksiko ke FIFA
Rabu / 01-07-2026, 06:00 WIB






